Skip to main content

Kertas Lusuh

Ku lihat buku biru
Terebah di atas mejaku
Ku buka tiap lembarnya
Kenangan pun datang menghujam

Lembar demi lembar
kenangan demi kenangan
Semua teringat tanpa ada yang terlewat
Kertas itu semakin lusuh
Semakin ku buka semakin begitu
Kenangan itu tak ikut lusuh
Mengikuti hatiku yang sedang bergemuruh

Ku berhenti di pertengahan jalan
Ku dapati sebuah kertas beda
Nampak ada dua insan manusia
Dengan senyumnya saling terikat
Dengan senyumnya saling mengikat
Tergambar jelas kenangan mereka
Dari wajahnya, dari tatapannya, dan dari senyumnya

Ku lihat dengan seksama salah satu dari mereka
Oh..itu diriku
Aku di sampingmu ternyata
Kala itu

Namun kini, rindulah akibat ketidak pertemuan ini
Syahdu lagu menemani telingaku
Jemari menari perlahan menulikan puisi  hatiku
Menghayati setiap huruf yang terketik
Berharap pesanku tersampaikan
Hanya pada seorang yang dituju
Bukan dia atau yang lain
Melainkan kamu

Kamu yang seperti botol aqua biru di sampingku
Tak peduli terik matahari
Tak peduli dinginnya malam
Dia selalu setia tegak berdiri
Tanpa mengeluh letih
Dan selalu ada tuk menemani




Comments