Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Obrolan Ringan

Masih Tetap Ngoprek (?)

 Kalau dibilang, pekerjaan saya yang sekarang ini bisa dianggap banting setir. Sebelumnya, walaupun posisi saya sebagai System Engineer, tapi sebenernya intense banget di software engineeringnya. Nah, sekarang, ketika dapat posisi baru sebagai DevOps Engineer, pekerjaan utamanya ya beneran DevOps, automation, dan software engineering ini tidak seintense sebelumnya. Tampilan dev.aryya.id Dev.Aryya.Id Saya sih sadar kalau terlena dengan keadaan ini, bisa-bisa tahun depan saya udah bakal kaku untuk ngoding intense lagi. Akhirnya saya membulatkan tekat untuk mengaktifkan http://dev.aryya.id/  . Idenya sih sederhana, apa yang sudah saya oprek, akan saya publikasikan di sana supaya bisa dimanfaatkan oleh orang lain. Sekarang baru ada 3 hal yang published di sana: CVE Checker: api ini untuk mengecek CVE dari sebuah package dengan memberi masukan berupa full name dari package tersebut (rpm maupun deb) atau memberi info nama:versi dari package tersebut dns-record-query: api ini sesederhana untu

Belajar Self Reward

 Dari sekian banyak hal yang menurut saya susah, salah satunya adalah self reward.Biasanya, kalau sudah punya keinginan untuk beli atau cari self reward, selalu ada pertanyaan balik: Ini keinginan atau kebutuhan? Emang barang yang sebelumnya udah enggak fungsional? Kalau jadi beli, gimana nasib barang pendahulunya? Gimana move on dari barang yang sebelumnya? Biasanya, akhirnya, setelah mempertanyakan ke diri sendiri, enggak jadi self reward atau membeli sesuatu. Makanya, sampai sekarang saya paling heran kenapa beberapa orang bisa sangat sering gonta ganti gadget mulai dari HP ataupun laptop. Sebagai gambaran saja, selama 9 tahun kebelakang, saya hanya punya 3 laptop. Laptop pertama ketika kuliah yang dibeli di 2012, Asus N43SL. Kedua adalah laptop HP 2570p second yang saya beli di akhir 2016 seperti yang saya cerita di  https://blog.aryya.id/2016/12/upgrading-laptop-for-better-life.html dan masih saya gunakan sampai saat ini. Ketiga adalah laptop dari kantor di tahun 2021 ini setelah

Pengalaman Belajar Investasi Selama 3 Tahun

 Kalau uang disimpan di tabungan saja, nanti bakal habis kena biaya administrasi Banyak yang bilang, kalau kita bisa lho dapat uang tanpa harus kerja. Istilahnya, biarlah uang yang bekerja untuk kita. Terus, banyak ajakan seperti, "Ayo invest di saham" "Ayo invest di crypto" "Ayo invest di deposito" "Ayo invest di emas" dan lain sebagainya. Sebagai awam, tentu bingung dong harus investasi di mana? Sebagai sesama awam, yang sudah mencoba beberapa instrumen investasi sejak 2018, saya mau sedikit bercerita, semoga memberi gambaran bagi rekan-rekan yang mau mencoba. Disclaimer on ya, hanya sharing pengalaman pribadi saya saja. Memulai Investasi Sejak pertama kali punya rekening bank di SMA, rasa-rasanya uang yang dipunya hanya disimpan di dalam tabungan. Kalau misal dapat rejeki karena selesai proyek atau suatu kerjaan, uangnya akan segera masuk ke rekening tabungan saja. Padahal, kalau misalkan nominal kecil, ada biaya administrasi rekening yang lum

Dari bangsatya.com Menjadi aryya.id

 Bagi pembaca blog saya yang sudah sejak dulu kala, mungkin sejak 2012, pasti ingat bahwa dulu blog ini domainnya adalah bangsatya.com. Sedikit kilas balik, bangsatya.com ini diambil dari dua kata, bang dan satya. Satya adalah bagian nama saya dan bang adalah panggalan akrab kawan-kawan saya kepada saya, walaupun memang kalau digabung ya jadinya kadang bangsat-ya .com Beberapa tahun lalu, domain bangsatya.com expired dan tidak saya perpanjang lagi karena memang sudah tidak aktif blogging. Toh, bakal jadi cost yang tidak perlu kalau dipertahankan. Namun, setelah saya pikir-pikir lagi, ada baiknya punya blog dengan nama pribadi. Niat awalnya pakai.com TLD tapi aryya.com sudah ada yang ambil, akhirnya menetapkan pilihan ke aryya.id supaya lebih oke saja bahwa memang ownernya orang indonesia. Dengan begitu, kan lebih enak kalau disearch di google, domain yang muncul lebih relevan dari yang awalnya bangsatya.com menjadi aryya.id. Lebih oke kan? Membeli Domain Sebenarnya, proses membeli doma

Menjalani Adaptasi Kebiasaan Baru

 Bukan, tulisan ini bukan tentang corona, tapi tentang pengalaman kerja di kantor baru. Ceritanya, minggu ini adalah minggu pertama sejak minggu onboarding selesai yakni minggu lalu. Artinya, baru dua hari berjalan. Minggu lalu sempat kaget juga karena task yang saya dapat lebih banyak ke transfer knowledge dan eksplorasi, tapi ya wajar karena masih baru jadi harus observasi lingkungan dan juga untuk tahu apa problem yang nanti bisa dicarikan solusinya. Selama seminggu kemaren, rasanya agak aneh juga, karena serasa tidak ada sesuatu yang di-achieve, karena tidak ada ticket yang bisa diclose. Alhasil, setelah mengamati beberapa hal dan diskusi beberapa hal, inisiatif mengerjakan hal-hal yang saya rasa bisa memberi value ke pekerjaan. Hasilnya, ketika biweekly meeting kemaren, ada statement semacam, "He join for a week. He did a excellent job." . Lega sekali rasanya. Meskipun di mana-mana saya merasa sangat PD, toh pada kenyataannya kadang saya juga merasa insecure. "Am i

Menjadi Sobat Upgrade

Setelah kembali aktif bersepeda sejak Januari 2021, seperti yang saya ceritakan di Kembali Menyeimbangkan Hidup , saya merasa sudah waktunya untuk menyesuaikan alat bersepeda saya karena ya, sepeda yang saya gunakan selama ini umurnya sudah 15 tahun lebih. Hitungannya udah sangat awet dan ROI sudah maksimal. Kira-kira begini penampakannya: Polygon Fork Rigid 2005 Keinginan versus Realita Beberapa waktu kebelakang juga sempat untuk mencoba mencari-cari sepeda yang mungkin saya sreg, dan ketemulah dua sepeda: Polygon Stratos S2 dan United Vitessa 1.00. Penampakannya seperti gambar di bawah ini. Polygon Strattos S2 United Vitessa 1.00 Secara tampilan, keduanya mirip, makanya walaupun beda brand, saya masih sreg. Walaupun memang, ada kesamaan kedua dari kedua benda tersebut yakni harganya sama-sama mahal (bagi saya). Maksud saya, dulu sepeda Polygon Fork Rigid 2005 itu dibeli dengan harga kurang dari 1 juta, bisa tahan 15 tahun. Karena harganya "hanya" kurang dari satu juta inila

Seminggu Menggunakan HP Elitebook 2570p

Tepat tujuh hari yang lalu laptop HP Elitebok 2570p saya datang diantar oleh kurir perusahaan pengiriman yang cukup terkenal di Indonesia. Pada hari itu juga, saya langsung melakukan migrasi dari laptop Asus N43SM karena memang akhir tahun adalah salah satu saat pekerjaan mengejar untuk diselesaikan. Alhasil, dalam 24 jam, migrasi sukses dilakukan. Secara umum, saya bersyukur memutuskan untuk membeli HP Elitebook 2570p ini, walaupun bekas. Sebenarnya harap-harap cemas untuk membeli barang elektronik bekas, terlebih laptop. Namun, toh ternyata hasilnya memuaskan dan untuk harga 4 juta rupiah dengan spek yang seperti ini sudah sangat patut disyukuri. Selama satu minggu ini pun, performa laptop ini patut diacungi jempol. Dibandingkan dengan Asus N43S yang lalu, base frequency laptop ini cukup jauh lebih tinggi sehingga sangat terasa,terlebih dibantu adanya Turbo Boost yang sampai 3.6 Ghz, ya walaupun hanya dua core dan aktif saat terhubung dengan arus listrik saja. Namun, tentu, makin ti