Skip to main content

Sebuah Kisah, Kemaja Putih



                Hampir genap satu tahun kemeja ini bersamaku. Melindungi badan yang jauh darimu.Aku baru menyadari betapa senangnnya aku mengenakan kemeja ini. Kemeja putih bergaris hitam, coklat, dan satu warna lagi yang tak ku kenali.

Kemeja putih, sebuah potongan kenangan yang masih terbawa hingga kini. Menemaniku melintasi pepohonan yang rindang, menembus tebal kabut Kota Bandung, dan menyusuri gang-gang gelap Pelesiran. Sebuah kenangan yang bisa membuatku mengingat kenangan lain bersamamu.

Kemeja ini kau berikan dari tempat yang jauh. Tanpa ku minta. Tanpa ku sangka. Kau memberikan sesuatu tanpa ku minta, tanpa ku berkata, tanpa ku berharap. Kamu, sinar purnama yang meresapi kulit gelapku. Kamu, sinar mentari yang menghangatkanku. Kamu, sebuah kenangan pengisi kotak masa laluku. Kamu tetap ada dalam memoriku. Menghiasi langit-langit kepalaku. Kamu, dewi di sore hari, memancarkan senyum keceriaan dan menyirnakan tiap berkas kesepian.

Tetaplah jadi kenangan manis yang bisa ku ingat. Tetaplah jadi pengisi ruang kotak masa laluku. Tetaplah menjadi bagian perjalananku memalui kemeja ini. Kemeja yang selalu mengingatkanku padamu.

You are such sweetest past in my life. But, no matter how hard we tried, we could not return to every moment we want. We have different way right now. If one day we meet, Let’s the fate become out guide.

Comments