Skip to main content

Tahun Baru Semangat Baru Sampah Baru? #lho

Selasa, 1 Januari 2013

Pagi ini suasana seperti lebih sepi dari biasanya, mungkin karena banyak orang kecapekan merayakan malam pergantian tahun baru tadi malam, tentunya pergantian dari tahun 2012 ke 2013. Seperti biasa, ada target harian yang harus saya penuhi yaitu membuat paling tidak satu tulisan.


Masih berkaitan dengan tulisan saya sebelumnya yang mana di sana saya menduga bahwa di malam pergantian tahunt adi malam ada orang-orang yang merayakannya dengan cara yang berbeda, sex bebas. Entah bebas dalam artian bebas memilih pasangan, bebas akan dosa (bila dilakukan dengan orang yang memang benar sesuai agama), bebas memaksa orang lain, atau apalah. Jujur saja, sebelum saya menulis tulisan yang berjudul Merayakan Malam Pergantian Tahun dengan Aman, saya tidak membaca berita baik online maupun offline tentang meningkatnya jumlah meningkatnya jumlah permintaan akan kondom. Ternyata, fenomena tersebut terjadi lagi, khususnya di daerah puncak bogor seperti yang disampaikan oleh brita online berikut http://ekbis.sindonews.com/read/2012/12/30/34/702082/tahun-baru-permintaan-kondom-meningkat. Mengerikan? mungkin kebanyakan orang berpikir demikian, tapi mungkin  saja ada pihak-pihak yang berfikir hal ini menyenangkan, lho.

Mari kita bahas topik tersebut dari berbagai sudut pandang. Pertama kita lihat dari sudur pandang produsen kondom, tentu fenomena ini merupakan fenomena yang sangat diharapkan. Bagaimana tidak, permintaan akan kondom meningkat dan apstinya keuntungan yang didapat juga lebih dari biasanya kan? Produsen kondom senang. Kedua kita lihat dari sudut pandang pelaku sex bebas, mungkin mereka merasakan kesenangan, terlebih ketika mereka saling menghangatkan diri di tengah dinginnya suasana puncak bogor,lho. Ketiga kita lihat dari sudut pandang orang tua, orang tua mana sih yang mau anaknya jadi kayak gitu, sex bebas jadi kebutuhan? Tentu tidak ada orang tua yang ingin anaknya terjerumus dalam hal-hal semacam itu. Pastilah orang tua akan merasa gagal mendidik anak bila mereka mendapati anaknya melakukan hal yang tidak sepantasnya dilakukan tersebut. Keempat kita lihat dari sudut pandang gadis baik-baik, mungkin mereka akan berfikir betapa bodohnya mereka-mereka, gadis yang melakukan sex bebas karena rela melakukan hal yang harusnya hanya dilakukan dengan orang yang benar-benar mereka cintai dan benar sesuai dengan ketentuan agama. Bila dianalogikan adalah seperti kantong plastik yang bisa dipakai berulang kali hingga akhirnya sampai pada titik dimana ia harus dibuang, siapa yang mau plastik yang sudah tak layak pakai seperti itu? Hanya logika sederhana. Bila diterapkan pada gadis yang sekarang mengumbar kenikmatan dunianya untuk sembarang orang, apakah ada jaminan nantinya ia akan menikah dengan orang yang pertama kali menikmati dirinya?saya rasa tidak. Kelima kita lihat dari sudut pandang pelaku sex bebas, mungkin mereka akan berfikir "suka suka gue dong, hidup-hidup gue" atau mereka akan berfikir "wah, ini namanya kebutuhan biologis mas", entah alasan apa yang akan dikemukakan untuk membenmarkan tindakan mereka, yang jelas baru dua alasan itu yang terpikirkan ketika saya menulisa sampai sini.

Berbicara tentang alasan para free sex lover, ada sedikit bantahan yang bisa dikemukakan. Untuk pernyataan "hidup-hidup gue" sebenarnya tidak bisa 100% membenarkan apa yang mereka lakukan bila ada yang mengingatkan atau menegur apa yang mereka lakukan. Misalkan begini, ibu anda ingin meloncat dari gedung beringkat 19, kemudian anda berniat untuk menolong beliau tetapi beluai tidak mau dan malah berkata "hidup-hidup gue" apakah anda tetap membiarkan ibu anda melompat? tentu tidak kan :). Untuk pernyataan "wah, ini namaya kebutuhan biologis mas", memang benar bahwa hal itu merupakan kebutuhan biologis, tapi apa iya penerapannya benar? Bukankah sesuatu akan mendapatkan kebaikan bila dilakukan dengan cara yang benar pula? Saya pernah membaca pernyataan, sepertinya di Kaskus yang berbunyi "mending lah nikah, 300rb bisa sampe puas, coba kalau sama PSK, palingan duit segitu cuma dapat beberapa celup saja" WOW, contoh yang sederhana tapi mengena, belum lagi resiko terkena penyakit kelamin bila anda melakukan hal tersebut dengan PSK, ngeri kan?

Sekarang mari kita tinjau dari segi agama. Ada satu hadist tentang zina:
"Zina itu mewarisi kemiskinan," (H R Al-Qudhai dan Al- Baihaqi dari Ibnu Umar)
Jadi jangan kaget bila ada orang yang melakukan zina kemudian hidupnya menjadi serba kesusahan dan tidak karuan. Semoga kita senantiasa terhindar dari hal-hal buruk, hal-hal yang tidak diridhai Allah, ataupun hal-hal yang dapat merendahkan harkat dan martabat kita sebagai manusia.

Salam,
BangSatya

Comments

Popular posts from this blog

Wirid Sesudah Sholat

Assalamualaikum, Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi tentang beberapa dzikir sesudah sholat yang saya amalkan beserta beberapa penjelasan pun sekaligus pengharapan yang ada di dalamnya. Basmalah (33x) Dalam memulai setiap pekerjaan, hendaknya kita memulainya dengan membaca basmalah supaya pekerjaan tersebut dinilai sebagai ibadah. Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata: “Tafsirnya adalah: Sesungguhnya seorang insan meminta tolong dengan perantara semua Nama Allah. Kami katakan: yang dimaksud adalah setiap nama yang Allah punya. Kami menyimpulkan hal itu dari ungkapan isim (nama) yang berbentuk mufrad (tunggal) dan mudhaf (disandarkan) maka bermakna umum. Seorang yang membaca basmalah bertawassul kepada Allah ta’ala dengan menyebutkan sifat rahmah. Karena sifat rahmah akan membantu insan untuk melakukan amalnya. Dan orang yang membaca basmalah ingin meminta tolong dengan perantara nama-nama Allah untuk memudahkan amal-amalnya.” ( Shifatush Shalah , ha

Aku, Keterpurukanku, dan Mereka yang Kutinggalkan

Pagi tadi saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke toko buku Gramedia bersama kedua orang tua saya dan satu orang gadis cantik yang selalu bisa membuat saya nyaman di dekatnya. Seperti biasa, saya mengecek total buku Carding for Beginner yang sudah terjual, ternyata di stok online masih sama dengan beberapa hari yang lalu walaupun di rak buku sudah ada buku yang terjual, updatenya kurang cepat. Apakah kali ini saya akan bercerita tentang buku yang saya tulis atau buku yang akan saya tulis? Tidak, sama sekali tidak. Kali ini saya ingin berbagi kisah nyata saya sebagai pengamal yang entah itu sukses atau tidak kepada kawan-kawan sekalian. Sebuah kesadaran tentang spiritualitas saya. Sebuah kesadaran setelah membaca buku agama yang membahas tujuh amalan pelejit kesuksesan. Kisah Nyata Sebagai Pengamal Cerita ini saya mulai ketika saya SMA. Sebuah tahap ketika saya benar-benar mencoba ini dan itu. Sebuah tahap saya dengan kuatnya melakukan sesuatu. Saya berkaca dari

Berbicara Tentang Nama

Tak banyak orang menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat setia menemani mereka. Sama setianya dengan dua malaikat yang katanya ada di kiri dan kanan kita. Mereka yang tak lelah mencatat ini itu yang mungkin akan menjadi jutaan buku bila diterbitkan. Dia yang sangat setia, tapi tak sepenuhnya disadari dan diresapi. Dia yang sangat mulia tapi dianggap biasa, nama. Sejatinya nama bukan hanya sebatas alat untuk mengidentifikasi seseorang. Bukan hanya sebagai alat untuk membedakan antarmanusia. Tidak sedangkal itu, bagi saya nama lebih dari itu melainkan sebuah pengharapan. Saya yakin bahwa setiap orang tua memberikan nama yang baik kepada anaknya dengan berbagai tujuan yang mana salah satunya adalah sebagai pengharapan. Berharap sang anak menjadi seperti nama yang diamanahkan. Nama juga amanah. Amanah yang harus kita perjuangkan, amanah yang melekat kepada kita sejak kita lahir. Hampir dua puluh satu tahun yang lalu orang tua saya memberikan amanah pada saya berupa nama, A