Skip to main content

Jaket Angkatan oh Jaket Angkatan....Kamu Ditungguin Lho

Sabtu, 22 Desember 2012

Hari ini adalah salah satu hari yang gue tunggu-tunggu, yoha bro..gue balik kampung halaman gue, Lumajang. Kota dimana Ranu Pane, Ranu Kumbolo, Tanjakan Cinta, dan banyak lagi pemandangan alam yang amat indah terbaring di sana. Kota kecil yang penuh kedamaian. Kota kecil yang memberikan begitu banyak kenangan dan kesenangan. Walaupun ada sedikit kesedihan, tapi itulah hidup, take it easy man!.

Cukup..cukup...Kali ini gue bukan bermaksud ngebahas kepulangan gue, tapi ngebahas jaket angkatan. Bang Sat, jaket angkatan itu apa sih? Jaket angkatan itu, jaketnya satu angkatan, haha, simple kan. Trus trus, emang wajib mas? Kalau menurut gue sih, dibilang wajib enggak, dibilang gak wajib juga kayaknya wajib. Hahah, absurd. Intinya, jaket angkatan itu adalah satu dari sekian banyak cara pemersatu kita sama angkatan, kita bakal bersatu kalau kita punya kesamaan kan? Indonesia merdeka karena rakyatnya bersatu, perangnya enggak sendiri-sendiri kayak dulu. Kenapa bersatu? ya karena udah pada pinter, kalau perang sendiri-sendiri gak bakal menang, tapi dibalik itu, rasa kesamaan nasib yang bikin para pendahulu kita berjuang bersatu melawan penjajah. hasilnya ya kita ini, menikmati "kemerdekaan". Selain sebagai pemersatu, menurut saya sih jaket fakultas itu bisa jadi salah satu cara kita menunjukkan kebanggaan kita terhadap fakultas kita, lebih lebih kalau kita melakukan hal positif alias berguna alis bermanfaat ketika menggunakan jaket itu.

Sebenernya banyak kegalauan disepanjang penantian pembagian jaket angkatan STEI 2012 ini, ya walaupun emang sampe sekarang juga belum dibagiin, hehe. Kegalauan yang pertama tentang bahan, jadi bahan awalnya A tapi di akhir B, no problem sih karena emang bahan B lebih bagus. Kegalauan kedua, warna. Warna awal C, tapi akhirnya D. No problem lah, warnanya tetep bagus dan enggak sama dengan jaket angkatan yang lain. Ketika, galau nungguin dibagiin, haha, ini nih yang paling bikin galau sampe nunda kepulangan segala. Sebenernya enggak enak juga sama-sama anak-anak, tapi ya karena emang ada keterlambatan dari vendor jadi pembagian juga molor.

Tampilan Jaket Angkatan STEI 2012 - NIM Jaket dan Model tidak sama

Harapannya, setelah dibagiin jaket angakatan nanti, semoga anak STEI 2012 jadi lebih pada kenal, lebih tau sama sesamanya biar entar enggak ngomong dalam hati eh, dia STEI juga ternyata, eh, itu kok jarang liat?. Doa gue pribadi, semoga di penghujung semester II nanti gue udah hafal 402 anak STEI biar enggak ngerasa enggak enak kalau pas di jalan ada yang nyapa tapi gue bingung siapa namanya. Merasa bersalah banget euy.
Akhir kata, walaupun gue banyak salah, tapi itu gak berarti gue orang bangsat. Semoga ada hikmah yang bisa dipetik dari tulisan ini.

Salam
Bang Satya

Comments

Popular posts from this blog

Wirid Sesudah Sholat

Assalamualaikum, Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi tentang beberapa dzikir sesudah sholat yang saya amalkan beserta beberapa penjelasan pun sekaligus pengharapan yang ada di dalamnya. Basmalah (33x) Dalam memulai setiap pekerjaan, hendaknya kita memulainya dengan membaca basmalah supaya pekerjaan tersebut dinilai sebagai ibadah. Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata: “Tafsirnya adalah: Sesungguhnya seorang insan meminta tolong dengan perantara semua Nama Allah. Kami katakan: yang dimaksud adalah setiap nama yang Allah punya. Kami menyimpulkan hal itu dari ungkapan isim (nama) yang berbentuk mufrad (tunggal) dan mudhaf (disandarkan) maka bermakna umum. Seorang yang membaca basmalah bertawassul kepada Allah ta’ala dengan menyebutkan sifat rahmah. Karena sifat rahmah akan membantu insan untuk melakukan amalnya. Dan orang yang membaca basmalah ingin meminta tolong dengan perantara nama-nama Allah untuk memudahkan amal-amalnya.” ( Shifatush Shalah , ha

Aku, Keterpurukanku, dan Mereka yang Kutinggalkan

Pagi tadi saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke toko buku Gramedia bersama kedua orang tua saya dan satu orang gadis cantik yang selalu bisa membuat saya nyaman di dekatnya. Seperti biasa, saya mengecek total buku Carding for Beginner yang sudah terjual, ternyata di stok online masih sama dengan beberapa hari yang lalu walaupun di rak buku sudah ada buku yang terjual, updatenya kurang cepat. Apakah kali ini saya akan bercerita tentang buku yang saya tulis atau buku yang akan saya tulis? Tidak, sama sekali tidak. Kali ini saya ingin berbagi kisah nyata saya sebagai pengamal yang entah itu sukses atau tidak kepada kawan-kawan sekalian. Sebuah kesadaran tentang spiritualitas saya. Sebuah kesadaran setelah membaca buku agama yang membahas tujuh amalan pelejit kesuksesan. Kisah Nyata Sebagai Pengamal Cerita ini saya mulai ketika saya SMA. Sebuah tahap ketika saya benar-benar mencoba ini dan itu. Sebuah tahap saya dengan kuatnya melakukan sesuatu. Saya berkaca dari

Berbicara Tentang Nama

Tak banyak orang menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat setia menemani mereka. Sama setianya dengan dua malaikat yang katanya ada di kiri dan kanan kita. Mereka yang tak lelah mencatat ini itu yang mungkin akan menjadi jutaan buku bila diterbitkan. Dia yang sangat setia, tapi tak sepenuhnya disadari dan diresapi. Dia yang sangat mulia tapi dianggap biasa, nama. Sejatinya nama bukan hanya sebatas alat untuk mengidentifikasi seseorang. Bukan hanya sebagai alat untuk membedakan antarmanusia. Tidak sedangkal itu, bagi saya nama lebih dari itu melainkan sebuah pengharapan. Saya yakin bahwa setiap orang tua memberikan nama yang baik kepada anaknya dengan berbagai tujuan yang mana salah satunya adalah sebagai pengharapan. Berharap sang anak menjadi seperti nama yang diamanahkan. Nama juga amanah. Amanah yang harus kita perjuangkan, amanah yang melekat kepada kita sejak kita lahir. Hampir dua puluh satu tahun yang lalu orang tua saya memberikan amanah pada saya berupa nama, A