Skip to main content

Mudah Untuk Melupakan



Terkadang berpisah adalah cara caling mudah untuk melupakan
Dan bertemu adalah cara termudah untuk saling menyambung rindu
Ketika waktu begitu membisu hingga cepat berlalu
Tapi langit tak pernah berubah dan setia
Kita saling berkembang tanpa tau jalan lain yang ditapaki

Membuat kesalahan adalah hal biasa
Terkadang waktu yang akan membenarkannya
Ketika hati terbakar bara
Sering kali waktu pula yang memadamkannya
Dengan sendiri nya

Ketika ada orang yang menganggapmu sahabat
Percayalah dia mempercayaimu
Dan dia bertaruh engkau pun menganggapnya demikian
Maka hargai lah dia
Karena sahabat tak lahir karena diminta
Ia lahir dengan sendirinya
Tanpa paksaan

Ia yang dengan mudah membuatmu tertawa
Tapi juga dengan mudah mebuatmu menangis
Ia yang dengan sederhana dan tanpa perasaan menginjak kakimu
Atau me-bully mu tapi dengan rangkulan hangatnya

Aku cukup sebal kepada waktu
Karena ia begitu lincah tanpa dilatih
Karena ia begitu berharga walaupun tak memiliki harga
Tiga tahun serasa kemarin
Padahal nyata ia lebih dari 150 minggu, 1050 hari, dan puluhan ribu jam
Maka terima kasih kuberikan kepada kalian yang selama tiga tahun tetap menganggapku sahabat
Dan salut ku kuberikan kepada kalian yang memaafkanku dengan berlalunya waktu
Memadamkan amarah yang dulu begitu panas

Maaf karena aku tak bisa menjadi sempurna
Dan aku cukup senang menjadi sederhana dan punya kekurangan ini
Agar kalian bisa datang dan melengkapi ku

Salam,
Aryya Dwisatya W

Ibu Haji - Si Tidak Jelas - Si Aktivis Kampus- ? - Si Aktivis Masjid
 

Comments

Popular posts from this blog

Wirid Sesudah Sholat

Assalamualaikum, Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi tentang beberapa dzikir sesudah sholat yang saya amalkan beserta beberapa penjelasan pun sekaligus pengharapan yang ada di dalamnya. Basmalah (33x) Dalam memulai setiap pekerjaan, hendaknya kita memulainya dengan membaca basmalah supaya pekerjaan tersebut dinilai sebagai ibadah. Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata: “Tafsirnya adalah: Sesungguhnya seorang insan meminta tolong dengan perantara semua Nama Allah. Kami katakan: yang dimaksud adalah setiap nama yang Allah punya. Kami menyimpulkan hal itu dari ungkapan isim (nama) yang berbentuk mufrad (tunggal) dan mudhaf (disandarkan) maka bermakna umum. Seorang yang membaca basmalah bertawassul kepada Allah ta’ala dengan menyebutkan sifat rahmah. Karena sifat rahmah akan membantu insan untuk melakukan amalnya. Dan orang yang membaca basmalah ingin meminta tolong dengan perantara nama-nama Allah untuk memudahkan amal-amalnya.” ( Shifatush Shalah , ha

Aku, Keterpurukanku, dan Mereka yang Kutinggalkan

Pagi tadi saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke toko buku Gramedia bersama kedua orang tua saya dan satu orang gadis cantik yang selalu bisa membuat saya nyaman di dekatnya. Seperti biasa, saya mengecek total buku Carding for Beginner yang sudah terjual, ternyata di stok online masih sama dengan beberapa hari yang lalu walaupun di rak buku sudah ada buku yang terjual, updatenya kurang cepat. Apakah kali ini saya akan bercerita tentang buku yang saya tulis atau buku yang akan saya tulis? Tidak, sama sekali tidak. Kali ini saya ingin berbagi kisah nyata saya sebagai pengamal yang entah itu sukses atau tidak kepada kawan-kawan sekalian. Sebuah kesadaran tentang spiritualitas saya. Sebuah kesadaran setelah membaca buku agama yang membahas tujuh amalan pelejit kesuksesan. Kisah Nyata Sebagai Pengamal Cerita ini saya mulai ketika saya SMA. Sebuah tahap ketika saya benar-benar mencoba ini dan itu. Sebuah tahap saya dengan kuatnya melakukan sesuatu. Saya berkaca dari

Berbicara Tentang Nama

Tak banyak orang menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat setia menemani mereka. Sama setianya dengan dua malaikat yang katanya ada di kiri dan kanan kita. Mereka yang tak lelah mencatat ini itu yang mungkin akan menjadi jutaan buku bila diterbitkan. Dia yang sangat setia, tapi tak sepenuhnya disadari dan diresapi. Dia yang sangat mulia tapi dianggap biasa, nama. Sejatinya nama bukan hanya sebatas alat untuk mengidentifikasi seseorang. Bukan hanya sebagai alat untuk membedakan antarmanusia. Tidak sedangkal itu, bagi saya nama lebih dari itu melainkan sebuah pengharapan. Saya yakin bahwa setiap orang tua memberikan nama yang baik kepada anaknya dengan berbagai tujuan yang mana salah satunya adalah sebagai pengharapan. Berharap sang anak menjadi seperti nama yang diamanahkan. Nama juga amanah. Amanah yang harus kita perjuangkan, amanah yang melekat kepada kita sejak kita lahir. Hampir dua puluh satu tahun yang lalu orang tua saya memberikan amanah pada saya berupa nama, A