Skip to main content

Saya pernah



Saya pernah, menjalin kasih dengan seorang gadis berinisial “AKP”. Seorang gadis yang umurnya satu tahun lebih muda dari saya, dan darinya saya belajar tentang menjadi seorang kakak. Menjadi sosok yang dikagumi serta penyemangat.

Saya pernah, menjalin kasih dengan seorang gadis. Sebut saja “C”. Darinya saya mendapatkan panggilan “abang” yang sampai sekarang tetap saya pakai, sesederhana untuk menjadi pengingat bahwa dulu ada seorang gadis yang suka cokelat dan memiliki arti bagi pemuda yang kala itu menyukai blueberry.

Saya pernah, menjalin hubungan dengan seorang gadis yang saya sukai sejak pertama kali bertemu, sebut saja “A”. Darinya saya belajar untuk lebih sabar dan tidak kekanak-kanakan. Meskipun pelajaran itu saya dapatkan ketika saya harus kehilangan dia dahulu. Pun, darinya saya belajar betapa mahalnya kata sayang karena sekalipun, ia tak pernah mengatakan cinta. Namun, ia menggambarkan semua itu dengan sikapnya, dengan caranya sendiri.

Saya pernah, membuat kisah dengan seorang gadis yang terlihat kuat di luar padahal ia tetaplah gadis lemah yang butuh tempat bersandar, sebut saja “NA”. Darinya, saya belajar tentang bagaimana cara berjalan ketika dengan seorang wanita.

Saya pernah, berbagi rasa dengan seorang gadis manis yang begitu perhatian, sebut saja “F”. Darinya saya belajar betapa menyenangkannya diperhatikan dan memperhatikan. Betapa menyenangkannya mendapatkan kata sayang dalam tiap akhir percakapan. 

Saya pernah, ya saya pernah mengalami itu semua. Namun, itu semua hanyalah kenangan. Sebatas kenangan indah yang betapapun indahnya dan betapapun inginnya saya mengulangi, takkan pernah bisa. Yang saya yakini, setiap kisah akan indah bila pemeran di dalamnya menjiwai setiap aksinya. Setiap kisah akan berbeda ketika mereka yang ada di dalamnya tak sama. Setiap kisah takkan bisa terhapuskan ketika ia tercipta.

Memang indah, tapi tak ada yang lebih indah selain masa depan. Terlebih ketika masa depan itu salah satunya adalah kamu. Kamu yang sekarang tak bersama denganku. Kamu yang saat ini mungkin sedang memikirkanku dan ku harap memang begitu.

Selamat malam. Semoga tulisan ini bisa ku baca kembali setelah beberapa waktu. Semoga tulisan ini bisa jadi pengingat ketika aku lupa.

Salam,
…..

Comments

Post a Comment

Tanggapilah, dengan begitu saya tahu apa yang ada dalam pikiranmu

Popular posts from this blog

Wirid Sesudah Sholat

Assalamualaikum, Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi tentang beberapa dzikir sesudah sholat yang saya amalkan beserta beberapa penjelasan pun sekaligus pengharapan yang ada di dalamnya. Basmalah (33x) Dalam memulai setiap pekerjaan, hendaknya kita memulainya dengan membaca basmalah supaya pekerjaan tersebut dinilai sebagai ibadah. Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata: “Tafsirnya adalah: Sesungguhnya seorang insan meminta tolong dengan perantara semua Nama Allah. Kami katakan: yang dimaksud adalah setiap nama yang Allah punya. Kami menyimpulkan hal itu dari ungkapan isim (nama) yang berbentuk mufrad (tunggal) dan mudhaf (disandarkan) maka bermakna umum. Seorang yang membaca basmalah bertawassul kepada Allah ta’ala dengan menyebutkan sifat rahmah. Karena sifat rahmah akan membantu insan untuk melakukan amalnya. Dan orang yang membaca basmalah ingin meminta tolong dengan perantara nama-nama Allah untuk memudahkan amal-amalnya.” ( Shifatush Shalah , ha

Belajarlah Wahai Anak Muda!

Dahulu kala hiduplah seorang lelaki tua bernama Doyanta yang hidup sebatang kara di sebuah gubuk reot di samping sungai. Tak ada yang bisa dibanggakan dari rumahnya, hanya sebuah gubuk dari bambu yang mungkin akan dengan mudah diterbangkan oleh angin pada zaman sekarang, betapa tidak, peti kemas saja yang begitu berat di Tanjung Priok bisa roboh tertiup oleh angin di zaman yang sudah edan ini. Rumah nya tak begitu besar malah dapat dibilang kecil, tak ada penerangan selain lilin kecil yang memberikan sedikit pencahayaan ketika malam hari selain rembulan yang terkadang pun pergi meninggalkan dirinya. Hidupnya sepi, sendiri, tak ada yang tau bagaimana masa lalu lelaki tua tersebut. Setiap hari ia selalu menyempatkan diri untuk merebahkan tubuhnya yang kurus kering itu di kursi yang tak jauh lebih gemuk dari butuhnya, mungkin sama ringannya. Matanya menerawang jauh menembus hutan, gunung, dan mungkin lautan. Beberapa waktu dia asyik hidup dalam dunianya sendiri, lalu lalang

Sobat Upgrade Plus-Plus

 Pada bulan april lalu saya membuat tulisan tentang pilihan saya untuk menjadi sobat upgrade ketimbang harus membeli sepeda balap baru yang harganya mencapai paling tidak 6 juta rupiah. Bulan demi bulan, saya mencoba mengganti komponen sepeda Polygon fork rigid saya mulai dari bottom bracket, hub free hub, ruji, dan yang paling baru adalah pedal di hari minggu lalu. Sebenarnya, saya punya prinsip, upgrade semaksimal mungkin sampai tidak bisa diupgrade atau costnya tidak efektif lagi. Contohnya, fork rigid ini sudah susah untuk diganti ban jadi ban balap karena ukuran rangka sepedanya terlalu kecil dan akan perlu pemotongan manual, jadi cerita mengganti ban balap harus diurungkan. Selain itu, FD nya juga sudah patah dan mencari FD yang sejenis lumayan susah dan biasanya malah harus ganti semuanya yang mana berarti mesti merogoh kocek lebih dalam. Upgrade Plus-Plus Balik ke cerita saya april lalu, salah satu alasan saya tidak mau beli sepeda balap baru ya karena harganya sangat mahal bag