Skip to main content

Arak-Arakan Juli 2014



Juli 2014 adalah bulan ketika aku mengalami arak-arakan keempat ku sebagai anggota HMIF. Sesederhana waktu yang berlalu begitu cepat tanpa bisa ditandai detik per detiknya, tak terasa sudah satu tahun berlalu dengan berbagai kejadian pada rentang waktu tersebut. Baik kejadian yang menyangkut diriku, keluargaku,  teman-temanku, pun himpunanku.
 
Arak-Arakan Juli 2013
"The Mechanic"
Juli 2013 menjadi bulan saksi kesempatan pertamaku menjadi pahlawan koordinator lapangan arak-arakan untuk HMIF (baca: http://www.bangsatya.com/2013/07/arak-arakan-wisuda-juli-2013-hmif.html) . Tak terasa memang, ketika waktu itu aku mengarak dalam posisi yang dikader, menjalankan perintah (arak-arakan) karena tugas dari panitia OSJUR, padahal kakak ku sendiri belum wisuda dan belum aku arak. Kini, Juli 2014 kakak ku sudah wisuda, tepat ketika arak-arakan keduaku yakni Oktober 2013. Pun kini, posisi ku bukan ladi sebagai yang dikader melainkan pengader, Mendirik mereka yang nantinya menjadi anggota himpunan, penggerak himpunan yang sebenarnya hanya benda mati tanpa orang-orang di dalamnya.
 
Arak-Arakan Juli 2014
"..."

Juli 2016, semoga bulan itu adalah bulan di mana kami, aku dan kawan-kawanku tak lagi menjadi yang diarak melainkan mereka yang diarak dari sabuga menuju labtek V maupun kubus. Semoga keceriaan yang ada dalam diri kami waktu itu. Semoga keluargaku lengkap untuk menyambut waktu itu. Amin.

Salam,
Aryya Dwisatya Widigdha

Comments

Post a Comment

Tanggapilah, dengan begitu saya tahu apa yang ada dalam pikiranmu

Popular posts from this blog

Wirid Sesudah Sholat

Assalamualaikum, Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi tentang beberapa dzikir sesudah sholat yang saya amalkan beserta beberapa penjelasan pun sekaligus pengharapan yang ada di dalamnya. Basmalah (33x) Dalam memulai setiap pekerjaan, hendaknya kita memulainya dengan membaca basmalah supaya pekerjaan tersebut dinilai sebagai ibadah. Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata: “Tafsirnya adalah: Sesungguhnya seorang insan meminta tolong dengan perantara semua Nama Allah. Kami katakan: yang dimaksud adalah setiap nama yang Allah punya. Kami menyimpulkan hal itu dari ungkapan isim (nama) yang berbentuk mufrad (tunggal) dan mudhaf (disandarkan) maka bermakna umum. Seorang yang membaca basmalah bertawassul kepada Allah ta’ala dengan menyebutkan sifat rahmah. Karena sifat rahmah akan membantu insan untuk melakukan amalnya. Dan orang yang membaca basmalah ingin meminta tolong dengan perantara nama-nama Allah untuk memudahkan amal-amalnya.” ( Shifatush Shalah , ha

Aku, Keterpurukanku, dan Mereka yang Kutinggalkan

Pagi tadi saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke toko buku Gramedia bersama kedua orang tua saya dan satu orang gadis cantik yang selalu bisa membuat saya nyaman di dekatnya. Seperti biasa, saya mengecek total buku Carding for Beginner yang sudah terjual, ternyata di stok online masih sama dengan beberapa hari yang lalu walaupun di rak buku sudah ada buku yang terjual, updatenya kurang cepat. Apakah kali ini saya akan bercerita tentang buku yang saya tulis atau buku yang akan saya tulis? Tidak, sama sekali tidak. Kali ini saya ingin berbagi kisah nyata saya sebagai pengamal yang entah itu sukses atau tidak kepada kawan-kawan sekalian. Sebuah kesadaran tentang spiritualitas saya. Sebuah kesadaran setelah membaca buku agama yang membahas tujuh amalan pelejit kesuksesan. Kisah Nyata Sebagai Pengamal Cerita ini saya mulai ketika saya SMA. Sebuah tahap ketika saya benar-benar mencoba ini dan itu. Sebuah tahap saya dengan kuatnya melakukan sesuatu. Saya berkaca dari

Berbicara Tentang Nama

Tak banyak orang menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat setia menemani mereka. Sama setianya dengan dua malaikat yang katanya ada di kiri dan kanan kita. Mereka yang tak lelah mencatat ini itu yang mungkin akan menjadi jutaan buku bila diterbitkan. Dia yang sangat setia, tapi tak sepenuhnya disadari dan diresapi. Dia yang sangat mulia tapi dianggap biasa, nama. Sejatinya nama bukan hanya sebatas alat untuk mengidentifikasi seseorang. Bukan hanya sebagai alat untuk membedakan antarmanusia. Tidak sedangkal itu, bagi saya nama lebih dari itu melainkan sebuah pengharapan. Saya yakin bahwa setiap orang tua memberikan nama yang baik kepada anaknya dengan berbagai tujuan yang mana salah satunya adalah sebagai pengharapan. Berharap sang anak menjadi seperti nama yang diamanahkan. Nama juga amanah. Amanah yang harus kita perjuangkan, amanah yang melekat kepada kita sejak kita lahir. Hampir dua puluh satu tahun yang lalu orang tua saya memberikan amanah pada saya berupa nama, A