Skip to main content

Suka Gadis Yang BUGIL

Selamat malam,

Salam Bang Sat!

Perhatian bagi orang-orang yang pikirannya agak nyleneh, mohon maaf, postingan saya kali ini bukan tentang pornografi maupun pornoaksi jadi harap meredam pikiran kotornya.

BUGIL yang saya maksud disini adalah BUkan Gadis Idaman Lelaki. Seperti yang kita tahu, setiap orang pasti ingin pasangannya begitu sempurna tanpa cacat dan kekurangan sedikitpun. Seperti contohnya si A yang mempunyai kriteria gadis idaman seperti berikut:

  • berambut panjang

  • kulitnya kuning langsat

  • bicaranya halus

  • taat pada orang tua

  • agamanya kuat

  • baik Hati

  • tidak somong

  • rajin menabung


Namun, pada kenyataannya si A memiliki istri dengan ciri seperi berikut:

  • rambutnya pendek

  • kulitnya agak gelap

  • cerewet

  • taat pada orang tua

  • agama kuat

  • tidak sombong

  • baik hati

  • rajin menabung


Apakah kriteria wanita idaman si A terpenuhi? Tentunya tidak semua. karena sesuatu yang ideal itu memang tidak ada, kesempurnaan itu tidak ada kecuali milik Tuhan. Walaupun istri Si A tidak seperti gadis idaman Si A, tetapi si A sangan menyayangi istrinya, toh anaknya juga udah banyak sekarang.

Inilah contoh bahwa terkadang kita suka yang bugil (bukan gadis idaman lelaki).Bukankah memang cinta tak didasari oleh penampilan? Seperti apapun dia, bila memang cinta, ya jadi. Bila ia menikah dengan gadis yang sangat mendekati ke idealan yang diimpikan olehnya, bukankah mungkin cinta si A dapat disangsikan?

Cinta itu bukan memandang ideal atau tidak ideal. Cinta itu dari kecocokan, merasa nyaman dan aman bila bersama. Bukan malah merasa risau, gelisah, dan ingin cepat berpisah ketika bersama.

Bukankah cinta yang dapat menyempurnakan ketidaksempurnaan kita? Menjadikannya terasa sempurna walaupun sebenarnya tak sempurna. tak perlu ragu tak perlu gusar bila kita bertemu gadis bugil. Bila cocok, ya lanjut aja, tak perlu ragu.

Oleh karena itu, bagi teman-teman yang mempunyai idealisme tinggi soal gadis, pikir-pikir lagi deh. Idaman belum tentu cocok dan sreg dihati, bisa jadi gadis BUGIL lah yang menjadi jodohmu dan menjadi ibu dari anak-anakmu.

Regards,

Bang Satya

Comments

Popular posts from this blog

Wirid Sesudah Sholat

Assalamualaikum, Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi tentang beberapa dzikir sesudah sholat yang saya amalkan beserta beberapa penjelasan pun sekaligus pengharapan yang ada di dalamnya. Basmalah (33x) Dalam memulai setiap pekerjaan, hendaknya kita memulainya dengan membaca basmalah supaya pekerjaan tersebut dinilai sebagai ibadah. Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata: “Tafsirnya adalah: Sesungguhnya seorang insan meminta tolong dengan perantara semua Nama Allah. Kami katakan: yang dimaksud adalah setiap nama yang Allah punya. Kami menyimpulkan hal itu dari ungkapan isim (nama) yang berbentuk mufrad (tunggal) dan mudhaf (disandarkan) maka bermakna umum. Seorang yang membaca basmalah bertawassul kepada Allah ta’ala dengan menyebutkan sifat rahmah. Karena sifat rahmah akan membantu insan untuk melakukan amalnya. Dan orang yang membaca basmalah ingin meminta tolong dengan perantara nama-nama Allah untuk memudahkan amal-amalnya.” ( Shifatush Shalah , ha

Aku, Keterpurukanku, dan Mereka yang Kutinggalkan

Pagi tadi saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke toko buku Gramedia bersama kedua orang tua saya dan satu orang gadis cantik yang selalu bisa membuat saya nyaman di dekatnya. Seperti biasa, saya mengecek total buku Carding for Beginner yang sudah terjual, ternyata di stok online masih sama dengan beberapa hari yang lalu walaupun di rak buku sudah ada buku yang terjual, updatenya kurang cepat. Apakah kali ini saya akan bercerita tentang buku yang saya tulis atau buku yang akan saya tulis? Tidak, sama sekali tidak. Kali ini saya ingin berbagi kisah nyata saya sebagai pengamal yang entah itu sukses atau tidak kepada kawan-kawan sekalian. Sebuah kesadaran tentang spiritualitas saya. Sebuah kesadaran setelah membaca buku agama yang membahas tujuh amalan pelejit kesuksesan. Kisah Nyata Sebagai Pengamal Cerita ini saya mulai ketika saya SMA. Sebuah tahap ketika saya benar-benar mencoba ini dan itu. Sebuah tahap saya dengan kuatnya melakukan sesuatu. Saya berkaca dari

Berbicara Tentang Nama

Tak banyak orang menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat setia menemani mereka. Sama setianya dengan dua malaikat yang katanya ada di kiri dan kanan kita. Mereka yang tak lelah mencatat ini itu yang mungkin akan menjadi jutaan buku bila diterbitkan. Dia yang sangat setia, tapi tak sepenuhnya disadari dan diresapi. Dia yang sangat mulia tapi dianggap biasa, nama. Sejatinya nama bukan hanya sebatas alat untuk mengidentifikasi seseorang. Bukan hanya sebagai alat untuk membedakan antarmanusia. Tidak sedangkal itu, bagi saya nama lebih dari itu melainkan sebuah pengharapan. Saya yakin bahwa setiap orang tua memberikan nama yang baik kepada anaknya dengan berbagai tujuan yang mana salah satunya adalah sebagai pengharapan. Berharap sang anak menjadi seperti nama yang diamanahkan. Nama juga amanah. Amanah yang harus kita perjuangkan, amanah yang melekat kepada kita sejak kita lahir. Hampir dua puluh satu tahun yang lalu orang tua saya memberikan amanah pada saya berupa nama, A