Skip to main content

Semua Pasti Ada Masanya

Diambil dari web org

Selamat malam,

Terima kasih buat teman-teman yang menyematkan mampir di blog ini, saya yakin kalian bukanlah orang BangSat.

Kali ini saya membuat coretan mengenai waktu. Ada kutipan yang mengatakan, "Cinta membuat waktu cepat berlalu, akankah waktu membuat cinta cepat berlalu?" haha...maknanya dalem banget bro, tapi sayangnya kali ini saya enggak ngebahas tentang cinta.

Kisah ini dimulai ketika saya masih SD. Waktu itu bisa dibilang saya anak yang suka bermain, ya iya.pasti, namanya juga anak kecil.Hobi saya kala itu adalah meancing ikan, hobi ini terus berlanjut sampai saya remaja, namun objeknya berbeda. Kita tahu bahwa SD ditempuh dalam 6 tahun, kelas satu, kelas dua, kelas tiga dst sampai kelas enam.

Dalam sejarah kelam saya, nilai rapot saya selalu tidak memuaskan. Hal ini berlanjut sampai saya kelas 4 SD. Waktu itu adalah ahri dimana pembagian rapor dilakukan, kepada teman-teman saya bilang, "aku pasti juara", dan hasilnya. Alhamdulillah, saya menanggung malu karna nama saya tak disebut.

Berawal dari seseorang yang diremehkan, tidak dianggap atau dianggap, tetapi rendah. Saya merangkak bangkit pada waktu kelas lima. Dimulai dengan rankin 8, lalu ranking pertama, alhamdulillah. Disinilah saya merasakan kejengkelan yang luar biasa. bagaimana tidak, teman bermain saya berkata, "Kamu juara satu ya? pasti gara gara bapakmu guru", jangkep, kalimat yang dia ucapkan pendek, tetapi sakit hatinya masih terasa sampai sekarang. Dendam, iya, sebal iya, pingin nonjok juga iya. Usaha saya dibalas dengan remehan seperti it, terlebih bapak saya bukan guru.Cek bangetnya kalau ngawur. Di lain kesempatan, ada kakak kelas yang saat itu duduk di kelas 6 SD, tanpa sebab yang jelas, dia berlari dan alngsung meninju dada saya, Bug,,dos..nangis lah...anak kelas 4 SD ditonjok di dada tanpa alasan yang tak jelas dan tak siap pula. Sebenarnya bukan hal itu yang membuat saya sangat tidak menyukainya, tetapi saat itu temannya berkata, "Eh, dia itu adiknya si A lho, awas diadukan" lalu dia menjawab "Halah, si A ae, aku tidak takut". Hahaha...saat itu saya hanya diam saja, tapi beberap waktu yang lalu saya lewat rumahnya, ya...apa dia berhasil? Sepertinya tidak.

Saya bertekat bahwa saya harus menjadi orang yang berhasil,diakui , "jadilah raja dimana kamu berada" saya ingin membuktikan kepada siap-siapa yang pernah atau mungkin masih meremehkan saya, siapa yang lebih baik. memang motivasi ini kurang baik, tapi tetap saja motivasi. Ada kepuasan tersendiri ketika saya bisa membuktikan kepada seseorang bahwa saya mampu, terlebih pada orang yang meremehkan saya.

Diremehkan, itulah sesuatu yang sangat tidak saya sukai. Siapapun yang meremehkan saya, pasti saya berusaha meatahkan remehannya. Bila karena ia punya lebih banyak uang, dia meremehkan saya, pasti saya berusaha menjadi lebih banyak uang darinya, ya, sangat ingin bagi saya untuk melemparkan uang di mukanya, suatu kepuasan tersendiri.

Semua pasti ada masanya, masa ketika kita diremehkan ataupun dianiaya. Masa ketika kita tidak anggap seolah kita tak ada dan tak berarti. Masa dimana kita hanya menjadi penonton. Namun jangan lupa, pasti ada masa dimana kita dipuji, diakui, dibutuhkan. Tinggal mana masa yang kita inginkan, tentu dengan konsekuensi harga yang harus dibayar. Bila ingin masa diremehkan, ya bermalas-malaslah. Bila ingin masa diakui dan dibutuhkan, bekerja keraslah hingga orang akan kebingungan bila kita tak ada.

Comments

Popular posts from this blog

Wirid Sesudah Sholat

Assalamualaikum, Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi tentang beberapa dzikir sesudah sholat yang saya amalkan beserta beberapa penjelasan pun sekaligus pengharapan yang ada di dalamnya. Basmalah (33x) Dalam memulai setiap pekerjaan, hendaknya kita memulainya dengan membaca basmalah supaya pekerjaan tersebut dinilai sebagai ibadah. Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata: “Tafsirnya adalah: Sesungguhnya seorang insan meminta tolong dengan perantara semua Nama Allah. Kami katakan: yang dimaksud adalah setiap nama yang Allah punya. Kami menyimpulkan hal itu dari ungkapan isim (nama) yang berbentuk mufrad (tunggal) dan mudhaf (disandarkan) maka bermakna umum. Seorang yang membaca basmalah bertawassul kepada Allah ta’ala dengan menyebutkan sifat rahmah. Karena sifat rahmah akan membantu insan untuk melakukan amalnya. Dan orang yang membaca basmalah ingin meminta tolong dengan perantara nama-nama Allah untuk memudahkan amal-amalnya.” ( Shifatush Shalah , ha

Aku, Keterpurukanku, dan Mereka yang Kutinggalkan

Pagi tadi saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke toko buku Gramedia bersama kedua orang tua saya dan satu orang gadis cantik yang selalu bisa membuat saya nyaman di dekatnya. Seperti biasa, saya mengecek total buku Carding for Beginner yang sudah terjual, ternyata di stok online masih sama dengan beberapa hari yang lalu walaupun di rak buku sudah ada buku yang terjual, updatenya kurang cepat. Apakah kali ini saya akan bercerita tentang buku yang saya tulis atau buku yang akan saya tulis? Tidak, sama sekali tidak. Kali ini saya ingin berbagi kisah nyata saya sebagai pengamal yang entah itu sukses atau tidak kepada kawan-kawan sekalian. Sebuah kesadaran tentang spiritualitas saya. Sebuah kesadaran setelah membaca buku agama yang membahas tujuh amalan pelejit kesuksesan. Kisah Nyata Sebagai Pengamal Cerita ini saya mulai ketika saya SMA. Sebuah tahap ketika saya benar-benar mencoba ini dan itu. Sebuah tahap saya dengan kuatnya melakukan sesuatu. Saya berkaca dari

Berbicara Tentang Nama

Tak banyak orang menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat setia menemani mereka. Sama setianya dengan dua malaikat yang katanya ada di kiri dan kanan kita. Mereka yang tak lelah mencatat ini itu yang mungkin akan menjadi jutaan buku bila diterbitkan. Dia yang sangat setia, tapi tak sepenuhnya disadari dan diresapi. Dia yang sangat mulia tapi dianggap biasa, nama. Sejatinya nama bukan hanya sebatas alat untuk mengidentifikasi seseorang. Bukan hanya sebagai alat untuk membedakan antarmanusia. Tidak sedangkal itu, bagi saya nama lebih dari itu melainkan sebuah pengharapan. Saya yakin bahwa setiap orang tua memberikan nama yang baik kepada anaknya dengan berbagai tujuan yang mana salah satunya adalah sebagai pengharapan. Berharap sang anak menjadi seperti nama yang diamanahkan. Nama juga amanah. Amanah yang harus kita perjuangkan, amanah yang melekat kepada kita sejak kita lahir. Hampir dua puluh satu tahun yang lalu orang tua saya memberikan amanah pada saya berupa nama, A