Skip to main content

Kenangan Kita, Jembatan Abadi Penghubung Kita

Kenangan



Kenangan Kita, Jembatan Abadi Penghubung Kita


Ketika dua insan terpisahkan oleh ruang dan waktu. Jarak membentang membuat ruang yang tak terbayangkan. Waktu berlalu tanpa sedikitpun mau untuk menunggu.Kata terucap begitu cepat. Kalimat terangkai begitu indah. Lagu pun terlantun menghanyutkan perasaan.

Kita terpsisah jauh. Tak mungkin kita tuk bertemu saat ini. Aku dalam kerinduan dan mungkin kau pun begitu. Kita tlah habiskan beberapa waktu bersama. Kita punya kenangan. Kita, yaitu kau dan aku.

Tak peduli kapan dan dimana, kenangan itu akan selalu ada. ia tak menghantui, tetapi menghiasi. ia tak membayangi, tetapi ia mengayomi. Ia menghubungkan kita. Kita yang terpisah. ia menjadikan kita mengingat satu sama lain. Tak perduli siapa aku dan siapa kamu, dimana kamu dan dimana kamu, apa yang kau lakukan dan apa yang sedang aku kerjakan.

Kenangan, jembatan abadi yang akan selalu ada. Ia tak bisa dihancurkan. Ia tertanam dalam hati kita. Membuat kita terhanyut dengan apa yang tlah kita rasakan. Ia mengantarkan kita pada masa lalu, masa yang telah berlalu. Ia menerobos ruang dan waktu.

Kenangan, jembatan abadi yang kita bangun bersama. Begitu susah untukku mengungkapkannya dengan kata-kata, tetapi begitu mudahnya aku terhanyut dalam indahnya.

Kenangan....


Regards,
Bang Satya

*gambar diambil dari www.activegarage.com

Comments

Popular posts from this blog

Wirid Sesudah Sholat

Assalamualaikum, Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi tentang beberapa dzikir sesudah sholat yang saya amalkan beserta beberapa penjelasan pun sekaligus pengharapan yang ada di dalamnya. Basmalah (33x) Dalam memulai setiap pekerjaan, hendaknya kita memulainya dengan membaca basmalah supaya pekerjaan tersebut dinilai sebagai ibadah. Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata: “Tafsirnya adalah: Sesungguhnya seorang insan meminta tolong dengan perantara semua Nama Allah. Kami katakan: yang dimaksud adalah setiap nama yang Allah punya. Kami menyimpulkan hal itu dari ungkapan isim (nama) yang berbentuk mufrad (tunggal) dan mudhaf (disandarkan) maka bermakna umum. Seorang yang membaca basmalah bertawassul kepada Allah ta’ala dengan menyebutkan sifat rahmah. Karena sifat rahmah akan membantu insan untuk melakukan amalnya. Dan orang yang membaca basmalah ingin meminta tolong dengan perantara nama-nama Allah untuk memudahkan amal-amalnya.” ( Shifatush Shalah , ha

Aku, Keterpurukanku, dan Mereka yang Kutinggalkan

Pagi tadi saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke toko buku Gramedia bersama kedua orang tua saya dan satu orang gadis cantik yang selalu bisa membuat saya nyaman di dekatnya. Seperti biasa, saya mengecek total buku Carding for Beginner yang sudah terjual, ternyata di stok online masih sama dengan beberapa hari yang lalu walaupun di rak buku sudah ada buku yang terjual, updatenya kurang cepat. Apakah kali ini saya akan bercerita tentang buku yang saya tulis atau buku yang akan saya tulis? Tidak, sama sekali tidak. Kali ini saya ingin berbagi kisah nyata saya sebagai pengamal yang entah itu sukses atau tidak kepada kawan-kawan sekalian. Sebuah kesadaran tentang spiritualitas saya. Sebuah kesadaran setelah membaca buku agama yang membahas tujuh amalan pelejit kesuksesan. Kisah Nyata Sebagai Pengamal Cerita ini saya mulai ketika saya SMA. Sebuah tahap ketika saya benar-benar mencoba ini dan itu. Sebuah tahap saya dengan kuatnya melakukan sesuatu. Saya berkaca dari

Berbicara Tentang Nama

Tak banyak orang menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat setia menemani mereka. Sama setianya dengan dua malaikat yang katanya ada di kiri dan kanan kita. Mereka yang tak lelah mencatat ini itu yang mungkin akan menjadi jutaan buku bila diterbitkan. Dia yang sangat setia, tapi tak sepenuhnya disadari dan diresapi. Dia yang sangat mulia tapi dianggap biasa, nama. Sejatinya nama bukan hanya sebatas alat untuk mengidentifikasi seseorang. Bukan hanya sebagai alat untuk membedakan antarmanusia. Tidak sedangkal itu, bagi saya nama lebih dari itu melainkan sebuah pengharapan. Saya yakin bahwa setiap orang tua memberikan nama yang baik kepada anaknya dengan berbagai tujuan yang mana salah satunya adalah sebagai pengharapan. Berharap sang anak menjadi seperti nama yang diamanahkan. Nama juga amanah. Amanah yang harus kita perjuangkan, amanah yang melekat kepada kita sejak kita lahir. Hampir dua puluh satu tahun yang lalu orang tua saya memberikan amanah pada saya berupa nama, A