Skip to main content

Ketika Anak Teknik Informatika Ingin Menjadi Sarjana Pantai

Setiap orang pasti memiliki tempat favoritnya masing-masing. Tempat yang bisa membuat ia merasa senang, tenang, tentram, atau hal lain yang hanya ia bisa rasakan. Tempat yang benar-benar seakan menjadi tempat kembali. Saya pun demikian, saya memiliki tempat favorit yakni pantai.

Di Lumajang, berbagai wisata alam tersaji dengan begitu indahnya. Air terjun, gunung, pantai, danau, dll, tapi entah mengapa saya begitu menyukai pantai. Saya merasa pantai adalah tempat yang benar-benar bisa menerangkan segala perasaan saya. 

Pantai, tempat di mana air berhembus begitu kencang hingga seperti menyanyikan alunan lagu dari desiran air. Deburan ombak pun tak mau kalah, mereka saling bergantian menabrakkan diri pada bibir pantai, saling menggulung diri hingga akhirnya menghasilkan irama yang tak pernah mati. Pantai, begitu memikat hati saya. 

Sejauh mata memandang, hanya ada air. Sejauh mata memandang, hanya keleluasaan yang saya rasakan. Sejauh mata memandang, berbagai kenangan bisa kembali diputar dengan jelas dalam pikiran saya. Sebegitu menyenangkannya di pantai hingga kerap kali ketika sudah sampai di pantai, saya jadi lupa waktu bahkan enggak untuk beranjak bahkan untuk pulang. Bermain-main dengan air yang tak pernah manis itu. Pantai, taman bermain saya. Pantai, tempat saya memikirkan berbagai hal. Pantai, tempat favorit saya.

Nah, karena kecintaan saya pada pantai, akhirnya muncul sebuah impian yakni menjadi Sarjana Pantai Jawa. Apa itu Sarjana Pantai Jawa? Sederhana, yakni seseorang yang telah mengunjungi seluruh pantai yang ada di pulau Jawa. Gelar ini gelar pribadi yang hanya satu orang yang bisa mendapatkannya yakni saya sendiri, suka-suka sih, yang penting saya puas. Kalau ada yang bermimpi hal yang sama, silahkan cari gelar sendiri :p . Mungkin kini saya sedang belajar di jurusan Teknik Informatika, tapi apa salahnya ketika saya ingin mendapatkan pula gelar Sarjana Pantai Jawa. Saya sadar betul bahwa gelar tersebut tidak bisa dicapai dengan mudah dan cepat bahkan bisa jadi saya keburu lulus dari Teknik Informatika dan mendapatkan gelar sarjana teknik. Namun, apa yang lebih menyenangkan selain berusaha mewujudkan impian? :D

Paling tidak, saya sudah mendekatkan diri pada impian saya tersebut dengan telah mengunjungi beberapa pantai yang ada di pulau Jawa.

Pantai Parangtritis 2011
Dari kiri ke kanan: Myrda, BangSatya, Arum, Boy
*Ketika mengetika tulisan ini, lagi-lagi banayk kenangan yang terputar tanpa sadar

Pantai Bambang 2010
Pantai Watu Gedek 2010
Berlari dari ombak, BangSatya & Viqi
Pantai Watu Godek 2011

Pantai Kejawanan 2013

Pantai Parupa

Kalau kawan-kawan pun suka mengunjungi laut, mungkin lain kesempatan kita bisa ke sana bersama-sama atau kalau di kota kawan-kawan terdapat pantai, tolong bagikan informasinya ya. Sekalian nanti bisa jalan-jalan ke sana. Tambah teman tambah asik, kan? 

Jadi, apakah kawan-kawan memiliki tempat favorit dan impian yang aneh-aneh? Jangan malu buat bercerita karena pasti ada seseorang yang dengan sukarela membantu mewujudkannya.

aaa aa a aa aa...
aaa aa a aa aa...

Bangun pagi sinar mentari hangat di hati
seiring Bob Marley nyanyikan lagu cinta
Aku belum mandi dan gosok gigi,aku sudah di air
Dengan segelas kopi kupandang lautan lepas
Ngak kenal waktu Ngak kenal hari
yang ku tahu hanyalah sunset dan sunrice…

ooo Anak pantai
ooo Suka damai
ooo Anak pantai
ooo hidup santai

Mulai petang dengan mata redup
Aku rebah di atas pasir
Memandang gadis-gadis cantik kulitnya merah terbakar
Gairahku memuncak waktu kan tiba
Kuambil gitar teriakkan isi hati
Mengundang orang-orang di sekitarku
Berbagi rasa bersama
Nggak kenal waktu Party selalu
yang ku suka hanyalah sunset dan sunrice

ooo Anak pantai
ooo Suka damai
ooo Anak pantai
ooo hidup santai

Anak Pantai -  Imanez

Salam BangSatya,
Buruk Baik Menginspirasi

Comments

  1. Udah mengunjungi 6 pantai, emang pantai yang ada di pulai jawa berapa yak?

    hahha Sarjana langka lho ini hihi..kalau saya sih mikirnya selain akan mendapat gelar SH juga mau menyandang gelar SB ( sarjana Blog ) hahha supaya makin master dlm dunia blogging.. Semangat ya..semoga kedua sarjana nya bisa sejalan..^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi ada ratusan, Ca. Suka-suka sih, mau berapapun.

      Hahaha, SB yak, kalau itu mah enggak ada batasnya, bakal ngeblog terus jadinya :p

      Delete
  2. hahhaha

    Nah itu dia yak. SB tanpa batasan, Always On #eh iklan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha, tapi setuju sih soalnya dengan menulis kita bakal tetap hidup

      Delete
  3. keren,, :3
    kalau aku mending di pegunungan mas, soalnya lebih banyak warna hijau. bunyi hewan hewan yang merdu. serta masih banyak hal yang indah. tapi tetep saja pantai dan pegunungan sama sama indah,hehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Tanggapilah, dengan begitu saya tahu apa yang ada dalam pikiranmu

Popular posts from this blog

Wirid Sesudah Sholat

Assalamualaikum, Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi tentang beberapa dzikir sesudah sholat yang saya amalkan beserta beberapa penjelasan pun sekaligus pengharapan yang ada di dalamnya. Basmalah (33x) Dalam memulai setiap pekerjaan, hendaknya kita memulainya dengan membaca basmalah supaya pekerjaan tersebut dinilai sebagai ibadah. Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata: “Tafsirnya adalah: Sesungguhnya seorang insan meminta tolong dengan perantara semua Nama Allah. Kami katakan: yang dimaksud adalah setiap nama yang Allah punya. Kami menyimpulkan hal itu dari ungkapan isim (nama) yang berbentuk mufrad (tunggal) dan mudhaf (disandarkan) maka bermakna umum. Seorang yang membaca basmalah bertawassul kepada Allah ta’ala dengan menyebutkan sifat rahmah. Karena sifat rahmah akan membantu insan untuk melakukan amalnya. Dan orang yang membaca basmalah ingin meminta tolong dengan perantara nama-nama Allah untuk memudahkan amal-amalnya.” ( Shifatush Shalah , ha

Aku, Keterpurukanku, dan Mereka yang Kutinggalkan

Pagi tadi saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke toko buku Gramedia bersama kedua orang tua saya dan satu orang gadis cantik yang selalu bisa membuat saya nyaman di dekatnya. Seperti biasa, saya mengecek total buku Carding for Beginner yang sudah terjual, ternyata di stok online masih sama dengan beberapa hari yang lalu walaupun di rak buku sudah ada buku yang terjual, updatenya kurang cepat. Apakah kali ini saya akan bercerita tentang buku yang saya tulis atau buku yang akan saya tulis? Tidak, sama sekali tidak. Kali ini saya ingin berbagi kisah nyata saya sebagai pengamal yang entah itu sukses atau tidak kepada kawan-kawan sekalian. Sebuah kesadaran tentang spiritualitas saya. Sebuah kesadaran setelah membaca buku agama yang membahas tujuh amalan pelejit kesuksesan. Kisah Nyata Sebagai Pengamal Cerita ini saya mulai ketika saya SMA. Sebuah tahap ketika saya benar-benar mencoba ini dan itu. Sebuah tahap saya dengan kuatnya melakukan sesuatu. Saya berkaca dari

Berbicara Tentang Nama

Tak banyak orang menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat setia menemani mereka. Sama setianya dengan dua malaikat yang katanya ada di kiri dan kanan kita. Mereka yang tak lelah mencatat ini itu yang mungkin akan menjadi jutaan buku bila diterbitkan. Dia yang sangat setia, tapi tak sepenuhnya disadari dan diresapi. Dia yang sangat mulia tapi dianggap biasa, nama. Sejatinya nama bukan hanya sebatas alat untuk mengidentifikasi seseorang. Bukan hanya sebagai alat untuk membedakan antarmanusia. Tidak sedangkal itu, bagi saya nama lebih dari itu melainkan sebuah pengharapan. Saya yakin bahwa setiap orang tua memberikan nama yang baik kepada anaknya dengan berbagai tujuan yang mana salah satunya adalah sebagai pengharapan. Berharap sang anak menjadi seperti nama yang diamanahkan. Nama juga amanah. Amanah yang harus kita perjuangkan, amanah yang melekat kepada kita sejak kita lahir. Hampir dua puluh satu tahun yang lalu orang tua saya memberikan amanah pada saya berupa nama, A