Skip to main content

Melihat Kegiatan di Kampus Ganesha ITB, TPB Cup




Beberapa hari belakangan jadwal harian saya benar-benar kacau sehingga saya pun tak sempat untuk menulis, bercerita tentang kisah yang saya ketahui. Namun, kali ini saya akan sedikit bercerita tentang ITB (Institut Teknologi Bandung, mengajak rekan-rekan untuk melihat-lihat kegiatan di kampus Ganesha terutama bagi mahasiswa TPB. :D

Nah, ada yang tau enggak nih kepanjangan dari TPB? Ya, ya, kamu yang angkat tangan itu :D Benar sekali, TPB merupakan singkatan dari Tahap Persiapan Bersama, yaitu suatu tahap pemantapan materi dasar sebelum mahasiswa masuk ke jurusan. Jadi, ketika rekan-rekan nanti masuk ITB, rekan-rekan tidak langsung masuk ke jurusan melainkan ke fakultas untuk disiapkan secara bersama-sama selama dua semester. Materi yang didapat oleh mahasiswa tiap fakultas atau sekolah pun berbeda-beda disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswanya ketika masuk di jurusan nanti semisal di STEI terdapat mata kuliah DRE (Dasar Rangkaian Elektrik) yang tidak didapat oleh mahasiswa non STEI *ada beberapa pengecualian. 

Apakah ketika kuliah di ITB isinya hanya belajar dan belajar? Bisa iya bisa tidak, bergantung bagaimana rekan-rekan mendefinisikan belajar itu seperti apa. Bila rekan-rekan mendefinisikan belajar adalah membaca buku dan mengerjakan soal saja maka di ITB rekan-rekan tidak hanya belajar, tapi bila rekan-rekan memperluas definisi belajar seperti menerima hal baru, menambah wawasan, pengalaman, dan lain-lain, maka hampir tidak ada sudut ITB selain tempat untuk belajar. Tentu, belajar tidak hanya melalui buku kan? Dari orang-orang di sekitar kita pun kita bisa belajar.
Ketika menjadi mahasiswa TPB, ada suatu ajang unjuk kebolehan fakultas atau sekolah dalam bidang olahraga yaitu TPB Cup. TPC Cup sendiri merupakan acara mandiri setiap unit yang berkepentingan seperti unit futsal, basket, volly, bulu tangkis, dan lain-lain. Di TPB Cup ini rekan-rekan dapat melihat karakteristik tiap fakultas atau sekolah. Ada fakultas atau sekolah yang benar-benar kompak, ada fakultas yang rame, ada yang kurang rame, ada yang  doyannya pacaran sama buku daripada supporteran, dll. Di TPB Cup ini rekan-rekan juga bisa belajar bagaimana rasanya membangkitkan semangat kawan yang bertanding di lapangan, bagaimana caranya menang dengan terhormat, bagaimana caranya mencari kawan sebanyak-banyaknya, bagaimana caranya turut serta dalam perjuangan kawan-kawan yang ada di lapangan, bagaimana rasanya mendapatkan kemenangan, bagaimana agar tidak terpuruk ketika kalah bertanding, dan lain-lain. Intinya, even ini bisa menjadi sarana rekan-rekan untuk belajar hal-hal non akademik. Kalau rekan-rekan penasaran dengan TPB Cup, di bawah ini saya cantumkan beberapa foto ketika STEI bertanding. :D

Supporter STEI mendukung tim volly STEI dalam perempat final
Supporter STEI2012 - Perempat Final TPB Cup Volly
Pertandingan Belum Dimulai
Bendera STEI2012 Berkibar
Semifinal TPB Cup Volly 2013
STEI melawan FTTM
STEI vs FTTM
STEI melawan FTTM
STEI vs FTTM
Supporter STEI & FTTM
STEI berdampingan dengan FTTM
Supporter Meneriakkan Yel-Yel
Danlap STEI beraksi *abu-abu
Supporter Beristirahat
Set I pertandingan semifinal STEI vs FTTM dimenangkan oleh STEI2012 dan pertandingan ditunda dikarenakan hujan yang turun ketika pertandingan. Pertandingan akan dilanjutkan pada hari Jumat, 12 April 2013. Semoga STEI selalu mendapat kemenangan. Amin
 
165! STEI…165! STEI…165! STEI…

Comments

Popular posts from this blog

Wirid Sesudah Sholat

Assalamualaikum, Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi tentang beberapa dzikir sesudah sholat yang saya amalkan beserta beberapa penjelasan pun sekaligus pengharapan yang ada di dalamnya. Basmalah (33x) Dalam memulai setiap pekerjaan, hendaknya kita memulainya dengan membaca basmalah supaya pekerjaan tersebut dinilai sebagai ibadah. Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata: “Tafsirnya adalah: Sesungguhnya seorang insan meminta tolong dengan perantara semua Nama Allah. Kami katakan: yang dimaksud adalah setiap nama yang Allah punya. Kami menyimpulkan hal itu dari ungkapan isim (nama) yang berbentuk mufrad (tunggal) dan mudhaf (disandarkan) maka bermakna umum. Seorang yang membaca basmalah bertawassul kepada Allah ta’ala dengan menyebutkan sifat rahmah. Karena sifat rahmah akan membantu insan untuk melakukan amalnya. Dan orang yang membaca basmalah ingin meminta tolong dengan perantara nama-nama Allah untuk memudahkan amal-amalnya.” ( Shifatush Shalah , ha

Aku, Keterpurukanku, dan Mereka yang Kutinggalkan

Pagi tadi saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke toko buku Gramedia bersama kedua orang tua saya dan satu orang gadis cantik yang selalu bisa membuat saya nyaman di dekatnya. Seperti biasa, saya mengecek total buku Carding for Beginner yang sudah terjual, ternyata di stok online masih sama dengan beberapa hari yang lalu walaupun di rak buku sudah ada buku yang terjual, updatenya kurang cepat. Apakah kali ini saya akan bercerita tentang buku yang saya tulis atau buku yang akan saya tulis? Tidak, sama sekali tidak. Kali ini saya ingin berbagi kisah nyata saya sebagai pengamal yang entah itu sukses atau tidak kepada kawan-kawan sekalian. Sebuah kesadaran tentang spiritualitas saya. Sebuah kesadaran setelah membaca buku agama yang membahas tujuh amalan pelejit kesuksesan. Kisah Nyata Sebagai Pengamal Cerita ini saya mulai ketika saya SMA. Sebuah tahap ketika saya benar-benar mencoba ini dan itu. Sebuah tahap saya dengan kuatnya melakukan sesuatu. Saya berkaca dari

Berbicara Tentang Nama

Tak banyak orang menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat setia menemani mereka. Sama setianya dengan dua malaikat yang katanya ada di kiri dan kanan kita. Mereka yang tak lelah mencatat ini itu yang mungkin akan menjadi jutaan buku bila diterbitkan. Dia yang sangat setia, tapi tak sepenuhnya disadari dan diresapi. Dia yang sangat mulia tapi dianggap biasa, nama. Sejatinya nama bukan hanya sebatas alat untuk mengidentifikasi seseorang. Bukan hanya sebagai alat untuk membedakan antarmanusia. Tidak sedangkal itu, bagi saya nama lebih dari itu melainkan sebuah pengharapan. Saya yakin bahwa setiap orang tua memberikan nama yang baik kepada anaknya dengan berbagai tujuan yang mana salah satunya adalah sebagai pengharapan. Berharap sang anak menjadi seperti nama yang diamanahkan. Nama juga amanah. Amanah yang harus kita perjuangkan, amanah yang melekat kepada kita sejak kita lahir. Hampir dua puluh satu tahun yang lalu orang tua saya memberikan amanah pada saya berupa nama, A