Skip to main content

Selangkah Lagi Menjadi Sarjana Teknik dari Informatika ITB

Sudah 13 jam yang lalu sejak selesainya seminar tugas akhir I saya di Ruang 7611 Labtek V. Rasanya begitu lega ketika satu beban terangkat walaupun pada akhirnya berganti dengan beban lain. Ya namanya juga hidup, kumpulan dari berbagai hal tersebut.
//
Kalau di Teknik Informatika ITB, setiap mahasiswa harus menjalani setidaknya dua seminar dan satu sidang. Seminar pertama adalah seminar kerja praktek. Bila selesai seminar ini, biasanya dengan bangga menyebut diri sebagai S.Kp yakni Sarjana Kerja Praktek, haha. Seminar kedua adalah seminar tugas akhir I yang mana adalah ajang bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil pengerjaan tugas akhir I nya meliputi BAB I – Pendahuluan, BAB II – Dasar Teori, dan BAB III – Rancangan Solusi. Seminar ini menjadi gerbang mahasiswa untuk melanjutkan ke fase selanjutnya yakni menuju sidang tugas akhir sebagai syarat kelulusan dan mendapatkan gelar Sarjana Teknik (S.T.). Alhamdulillah, hari ini, saya sudah resmi menyelesaikan dua seminar walaupun nilai seminar kedua belum keluar, hahaha.

Kehebohan Sebelum Seminar
Sehari sebelum seminar, istri saya membuat kehebohan dengan membagikan status di Line yang berisikan jadwal seminar tugas akhir I. Salahnya, pada status tersebut tidak menggunakan kata seminar melainkan sidang. Alhasil, banyak pesan dari kawan-kawan yang mengira saya hendak sidang. (Duh, walaupun pingin, tapi belum bisa euy). Beberapa diantaranya:
“Aryaa semoga lancar sidangnya !  *nova jgn marah yha, cuma menyapa teman lama. Hehe :)”
“ka aryya sukses sidangnya!!! semoga semua lancar! Godbless!!!”
“Kak aryya semangat sidangnya besok yeay!”
Statistik membuktikan bahwa 3 dari 3 pesan yang masuk semua berasal dari perempuan dan berkaitan dengan OSKM. Oleh karena itu, untuk sekali lagi saya ucapkan, terima kasih OSKM atas kesempatan bertemu dengan orang-orang ini dan yang lain.

Seminar Must Go On
Seminar yang dijadwalkan pukul 08.00 tertunda sekitar 10 menit hingga akhirnya dimulai dengan pembukaan oleh pimpinan seminar yakni pembimbing. Awalnya, cukup deg-degan juga, bukan karena materi tapi lebih ke hadirin yang harus datang yakni minimal 5 orang. Alhamdulillah di saat seminar akan dimulai sudah datang sekitar 15 orang. Lumayan kan?

Dari waktu yang ada yakni 15 menit presentasi dan 20 menit tanya jawab sepertinya waktu tanya jawab jauh lebih lama dari pada waktu yang seharusnya. Entah benar demikian atau hanya perasaan saya saja. Namun, yang terpenting semua pertanyaan itu menjadi masukan untuk menyempurnakan tugas akhir saya ini. Toh, tugas akhir saya ini juga penyempurnaan dari paper saya di tahun sebelumnya. 

Oh iya, karena di awal cukup grogi dan hanya fokus ke seminar akhirnya lupa mendokumentasikan momen sekali seumur hidup ini. Untungnya, Hayyu dengan inisiatifnya mendokumentasikan presentasi saya. Duh, penyelamat! Hahaha. 
Penyajian Data


Memaparkan Rancangan Solusi

Sekian dulu cerita saya kali ini, semoga Mei 2016 nanti saya bisa berbagi cerita kesuksesan sidang tugas akhir saya. Amin.

Salam,
Aryya Dwisatya W
Mahasiswa Teknik Informatika 2012 ITB yang sedang berjuang untuk lulus dan mendapatkan gelar S.T.


Comments

  1. Amin Ya Rabbal Alamin. semoga segera terkabul cita citanya ya. Doa kami sekeluarga di Pontianak

    ReplyDelete

Post a Comment

Tanggapilah, dengan begitu saya tahu apa yang ada dalam pikiranmu

Popular posts from this blog

Wirid Sesudah Sholat

Assalamualaikum, Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi tentang beberapa dzikir sesudah sholat yang saya amalkan beserta beberapa penjelasan pun sekaligus pengharapan yang ada di dalamnya. Basmalah (33x) Dalam memulai setiap pekerjaan, hendaknya kita memulainya dengan membaca basmalah supaya pekerjaan tersebut dinilai sebagai ibadah. Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata: “Tafsirnya adalah: Sesungguhnya seorang insan meminta tolong dengan perantara semua Nama Allah. Kami katakan: yang dimaksud adalah setiap nama yang Allah punya. Kami menyimpulkan hal itu dari ungkapan isim (nama) yang berbentuk mufrad (tunggal) dan mudhaf (disandarkan) maka bermakna umum. Seorang yang membaca basmalah bertawassul kepada Allah ta’ala dengan menyebutkan sifat rahmah. Karena sifat rahmah akan membantu insan untuk melakukan amalnya. Dan orang yang membaca basmalah ingin meminta tolong dengan perantara nama-nama Allah untuk memudahkan amal-amalnya.” ( Shifatush Shalah , ha

Aku, Keterpurukanku, dan Mereka yang Kutinggalkan

Pagi tadi saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke toko buku Gramedia bersama kedua orang tua saya dan satu orang gadis cantik yang selalu bisa membuat saya nyaman di dekatnya. Seperti biasa, saya mengecek total buku Carding for Beginner yang sudah terjual, ternyata di stok online masih sama dengan beberapa hari yang lalu walaupun di rak buku sudah ada buku yang terjual, updatenya kurang cepat. Apakah kali ini saya akan bercerita tentang buku yang saya tulis atau buku yang akan saya tulis? Tidak, sama sekali tidak. Kali ini saya ingin berbagi kisah nyata saya sebagai pengamal yang entah itu sukses atau tidak kepada kawan-kawan sekalian. Sebuah kesadaran tentang spiritualitas saya. Sebuah kesadaran setelah membaca buku agama yang membahas tujuh amalan pelejit kesuksesan. Kisah Nyata Sebagai Pengamal Cerita ini saya mulai ketika saya SMA. Sebuah tahap ketika saya benar-benar mencoba ini dan itu. Sebuah tahap saya dengan kuatnya melakukan sesuatu. Saya berkaca dari

Berbicara Tentang Nama

Tak banyak orang menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat setia menemani mereka. Sama setianya dengan dua malaikat yang katanya ada di kiri dan kanan kita. Mereka yang tak lelah mencatat ini itu yang mungkin akan menjadi jutaan buku bila diterbitkan. Dia yang sangat setia, tapi tak sepenuhnya disadari dan diresapi. Dia yang sangat mulia tapi dianggap biasa, nama. Sejatinya nama bukan hanya sebatas alat untuk mengidentifikasi seseorang. Bukan hanya sebagai alat untuk membedakan antarmanusia. Tidak sedangkal itu, bagi saya nama lebih dari itu melainkan sebuah pengharapan. Saya yakin bahwa setiap orang tua memberikan nama yang baik kepada anaknya dengan berbagai tujuan yang mana salah satunya adalah sebagai pengharapan. Berharap sang anak menjadi seperti nama yang diamanahkan. Nama juga amanah. Amanah yang harus kita perjuangkan, amanah yang melekat kepada kita sejak kita lahir. Hampir dua puluh satu tahun yang lalu orang tua saya memberikan amanah pada saya berupa nama, A