Skip to main content

(Almost) Another Failure

Jadi ceritanya sudah seminggu saya menunggu pengumuman submisi call for paper yang diadakan oleh IDSECCONF2015 yang pada jadwal awal adalah 30 Juli 2015 dan diperpanjang menjadi 7 Agustus 2015. Alhasil, selisih waktu itu membuat saya menunggu. Ah, sekalian lah, dapat pengumuman paper juga mendekatkan dengan hari-H hahaha.

Tunggu dan menunggu, ternyata sampai kemarin malam tidak ada pengumuman baik di twitter maupun website terkait paper yang diterima. Alhasil, saya menghubungi panitia melalui email. Awalnya, tadi malam saya sudah ikhlas tidak lolos karena saya tidak mendapatkan email sama sekali dari panitia. Ya sudahlah! Hahaha. Pas pagi tadi saya cek di twitter panitia, ternyata baik paper yang diterima maupun ditolak akan mendapatkan pemberitahuan. Saya enggak mau dong kalau digantung kwkw yasudah akhirnya cari kepastian dan…. alhamdulillah! Paper saya diterima!

Email pemberitahuan

Sebenarnya, tadi malam saya sudah membuat tulisan yang judulnya “Another Failure” hahaha entah kenapa di tengah menulis saya berhenti. Mungkin ini jawabannya.
Draft Another Failure

….
Sekarang tinggal menyempurnakan prototype dan menyiapkan materi presentasi supaya nanti bisa maksimal presentasi dan memberikan manfaat untuk para hadirin.

Cirebon….kita akan bertemu kembali.

Salam,
Aryya Dwisatya W

Comments

  1. See you then. Bawa istrinya ya wid, sekalian bulan madu di Cirebon :p

    ReplyDelete
  2. Assalamualaikum
    Bang Satya Tempeh Mana? Alumni SMP / SMA mana?
    Salam dari Pasirian,
    awan_pribadi[at]yahoo[dot]com

    ReplyDelete

Post a Comment

Tanggapilah, dengan begitu saya tahu apa yang ada dalam pikiranmu

Popular posts from this blog

Wirid Sesudah Sholat

Assalamualaikum, Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi tentang beberapa dzikir sesudah sholat yang saya amalkan beserta beberapa penjelasan pun sekaligus pengharapan yang ada di dalamnya. Basmalah (33x) Dalam memulai setiap pekerjaan, hendaknya kita memulainya dengan membaca basmalah supaya pekerjaan tersebut dinilai sebagai ibadah. Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata: “Tafsirnya adalah: Sesungguhnya seorang insan meminta tolong dengan perantara semua Nama Allah. Kami katakan: yang dimaksud adalah setiap nama yang Allah punya. Kami menyimpulkan hal itu dari ungkapan isim (nama) yang berbentuk mufrad (tunggal) dan mudhaf (disandarkan) maka bermakna umum. Seorang yang membaca basmalah bertawassul kepada Allah ta’ala dengan menyebutkan sifat rahmah. Karena sifat rahmah akan membantu insan untuk melakukan amalnya. Dan orang yang membaca basmalah ingin meminta tolong dengan perantara nama-nama Allah untuk memudahkan amal-amalnya.” ( Shifatush Shalah , ha

Aku, Keterpurukanku, dan Mereka yang Kutinggalkan

Pagi tadi saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke toko buku Gramedia bersama kedua orang tua saya dan satu orang gadis cantik yang selalu bisa membuat saya nyaman di dekatnya. Seperti biasa, saya mengecek total buku Carding for Beginner yang sudah terjual, ternyata di stok online masih sama dengan beberapa hari yang lalu walaupun di rak buku sudah ada buku yang terjual, updatenya kurang cepat. Apakah kali ini saya akan bercerita tentang buku yang saya tulis atau buku yang akan saya tulis? Tidak, sama sekali tidak. Kali ini saya ingin berbagi kisah nyata saya sebagai pengamal yang entah itu sukses atau tidak kepada kawan-kawan sekalian. Sebuah kesadaran tentang spiritualitas saya. Sebuah kesadaran setelah membaca buku agama yang membahas tujuh amalan pelejit kesuksesan. Kisah Nyata Sebagai Pengamal Cerita ini saya mulai ketika saya SMA. Sebuah tahap ketika saya benar-benar mencoba ini dan itu. Sebuah tahap saya dengan kuatnya melakukan sesuatu. Saya berkaca dari

Berbicara Tentang Nama

Tak banyak orang menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat setia menemani mereka. Sama setianya dengan dua malaikat yang katanya ada di kiri dan kanan kita. Mereka yang tak lelah mencatat ini itu yang mungkin akan menjadi jutaan buku bila diterbitkan. Dia yang sangat setia, tapi tak sepenuhnya disadari dan diresapi. Dia yang sangat mulia tapi dianggap biasa, nama. Sejatinya nama bukan hanya sebatas alat untuk mengidentifikasi seseorang. Bukan hanya sebagai alat untuk membedakan antarmanusia. Tidak sedangkal itu, bagi saya nama lebih dari itu melainkan sebuah pengharapan. Saya yakin bahwa setiap orang tua memberikan nama yang baik kepada anaknya dengan berbagai tujuan yang mana salah satunya adalah sebagai pengharapan. Berharap sang anak menjadi seperti nama yang diamanahkan. Nama juga amanah. Amanah yang harus kita perjuangkan, amanah yang melekat kepada kita sejak kita lahir. Hampir dua puluh satu tahun yang lalu orang tua saya memberikan amanah pada saya berupa nama, A