Skip to main content

Untuk waktu yang tak bisa kembali

Bukan salahmu bila hatimu berhari-hari sepi
Bukan salahmu bila harimu tidak penuh warna warni
Bukan kamu yang kurang
Tapi aku yang kurang bersyukur
Bukan kamu yang salah
Karena ku tau ada yang salah dengan diriku
Teman temanku yang tau
Sahabat sahabatku yang mengerti
Mereka yang berani menyadarkanku dengan segala khilafku
Atas teganya aku pergi tanpamu
Bersama orang lain yang tak pernah engkau tau
Sampai kini pun tak tau
Semua salahku

Bukan pembenaran, tapi ini kebenaran
Salahku yang tak memosisikan diri sebagai seorang imam
Salahku yang tak memosisikan diri sebagai seorang yang tlah dimiliki
Salahku yang tak benar-benar berusaha hanya menggenggam satu tangan,tanganmu
....
Mungkin kata maaf kini telah bias artinya
Mungkin kata maaf hanya sebuah pengulangan atas sebuah kondisi yang terpenuhi
Mungkin kata maaf terlalu sering kamu dengar tanpa adanya sesuatu yang benar
Mungkin kata maaf hanya sebagai tameng untukku berlindung dari tangismu, maaf
Aku terlalu memikirkan dirik bukan kita, kisah kita, cerita kita, mas depan kita
Aku masih berkutat dengan kesenanganku yang kataku tlah kutinggalkan untukmu

Gemerlap kota yang baru ku kunjungi seakan mengaburkan pandanganku padamu
Membuatku lupa akan betapa cantiknya dirimu
Membuatku lupa akan betapa engkau memiliki rasa keibuan
Membuatku lupa akan betapa nyamannya aku ketika engkau melingkarkan tanganmu di tubuhku
Memeluk erat tanganku
Mencubit cubit anggota tubuhku

Engkau masih sama
Dengan rasa yang slalu berkembang
Hanya tinggal aku yang harus menyamaimu, melampauimu
Maaf untuk aku yang lupa
Maaf untuk waktu yang terbuang untuk membuatku kembali ingat
Maaf untuk setiap tangis yang harus terjadi untuk membautku kembali ingat tentang apa yang kita yakini

Aku milikmu
Kau milikku

Comments

Popular posts from this blog

Wirid Sesudah Sholat

Assalamualaikum, Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi tentang beberapa dzikir sesudah sholat yang saya amalkan beserta beberapa penjelasan pun sekaligus pengharapan yang ada di dalamnya. Basmalah (33x) Dalam memulai setiap pekerjaan, hendaknya kita memulainya dengan membaca basmalah supaya pekerjaan tersebut dinilai sebagai ibadah. Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata: “Tafsirnya adalah: Sesungguhnya seorang insan meminta tolong dengan perantara semua Nama Allah. Kami katakan: yang dimaksud adalah setiap nama yang Allah punya. Kami menyimpulkan hal itu dari ungkapan isim (nama) yang berbentuk mufrad (tunggal) dan mudhaf (disandarkan) maka bermakna umum. Seorang yang membaca basmalah bertawassul kepada Allah ta’ala dengan menyebutkan sifat rahmah. Karena sifat rahmah akan membantu insan untuk melakukan amalnya. Dan orang yang membaca basmalah ingin meminta tolong dengan perantara nama-nama Allah untuk memudahkan amal-amalnya.” ( Shifatush Shalah , ha

Aku, Keterpurukanku, dan Mereka yang Kutinggalkan

Pagi tadi saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke toko buku Gramedia bersama kedua orang tua saya dan satu orang gadis cantik yang selalu bisa membuat saya nyaman di dekatnya. Seperti biasa, saya mengecek total buku Carding for Beginner yang sudah terjual, ternyata di stok online masih sama dengan beberapa hari yang lalu walaupun di rak buku sudah ada buku yang terjual, updatenya kurang cepat. Apakah kali ini saya akan bercerita tentang buku yang saya tulis atau buku yang akan saya tulis? Tidak, sama sekali tidak. Kali ini saya ingin berbagi kisah nyata saya sebagai pengamal yang entah itu sukses atau tidak kepada kawan-kawan sekalian. Sebuah kesadaran tentang spiritualitas saya. Sebuah kesadaran setelah membaca buku agama yang membahas tujuh amalan pelejit kesuksesan. Kisah Nyata Sebagai Pengamal Cerita ini saya mulai ketika saya SMA. Sebuah tahap ketika saya benar-benar mencoba ini dan itu. Sebuah tahap saya dengan kuatnya melakukan sesuatu. Saya berkaca dari

Berbicara Tentang Nama

Tak banyak orang menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat setia menemani mereka. Sama setianya dengan dua malaikat yang katanya ada di kiri dan kanan kita. Mereka yang tak lelah mencatat ini itu yang mungkin akan menjadi jutaan buku bila diterbitkan. Dia yang sangat setia, tapi tak sepenuhnya disadari dan diresapi. Dia yang sangat mulia tapi dianggap biasa, nama. Sejatinya nama bukan hanya sebatas alat untuk mengidentifikasi seseorang. Bukan hanya sebagai alat untuk membedakan antarmanusia. Tidak sedangkal itu, bagi saya nama lebih dari itu melainkan sebuah pengharapan. Saya yakin bahwa setiap orang tua memberikan nama yang baik kepada anaknya dengan berbagai tujuan yang mana salah satunya adalah sebagai pengharapan. Berharap sang anak menjadi seperti nama yang diamanahkan. Nama juga amanah. Amanah yang harus kita perjuangkan, amanah yang melekat kepada kita sejak kita lahir. Hampir dua puluh satu tahun yang lalu orang tua saya memberikan amanah pada saya berupa nama, A