Skip to main content

Rindu..oh...rindu

Rindu oh Rindu


Rindu pada yang terksasih
Selamat siang,

Salam Bang Sat! Siang ini adalah siang yang cukup panas, bukan karena saya hidup di daerah tropis, tetapi karena sya baru saja makan bakso dengan saus sambal, panas rasanya. :))

Namun, dibalik suasana panas yang saya rasakan, sebenarnya saya menyimpan beribu kerinduan yang belum tersalurkan, ya pada kekasihku. Sudah beberapa waktu kami tak bertemu, tak tertawa bersama, tak membuatnya jengkel, dll. Mungkin sementara ini hanya melalui SMS dan FB lah sarana kami untuk berkomunikasi selain hati kami yang rasanya selalu memanggil satu sama lain.

Dia memang bukan gadis sempurna, tapi entah mengapa sepertinya hati saya telah tersangkut padanya. Kalau ada yang bertanya, "Emang enggak ada yang lebih cantik dari dia sat?" pastilah saya menjawab, "Ya banyak lah, :))". Mungkin dia bukan gadis paling cantik yang pernah saya temui, tetapi saya nyaman bersama dia, ya sudah, lanjut.

Guru agama saya pernah berkata bahwa bila kita mencari pasangan, maka carilah yang sekufu atau bahasa gampangnya setingkatan. Berkaca itu perlu, saya sadar bahwa saya bukan cowok sempurna, wajar. Makanya saya tidak menargetkan punya cewek yang sempurna, cantik, sabar, berambut panjang, senyumnya manis dan bla bla bla bla yang mungkin (baca: sepertinya pasti) hanya ada dalam mimpi saya saja.

Hari ini tanggal 3 Juni 2012, tinggal 5 hari lagi waktu yang tersisa sebelum saya berjumpa dengannya. Ya, inilah waktu bagi saya untuk mengumpulkan semua kerinduan yang mungkin untuk saya simpan hingga pada waktunya nanti, biarlah dia terhanyut dalam lautan kerinduan itu. Terhempas oleh ombaknya yang datang bergantian, diterpa angin lembut yang seakan berbisik padanya.

rindu..oh rindu, seperti air yang mengalir ke lautan, tak pernah ada hentinya. rindu oh rindu, ketika engkau memenuhi seisi kalbu, hanya lamunan yang mampu menembus ruang dan waktu.

Regards

Bang Satya

Comments

Popular posts from this blog

Wirid Sesudah Sholat

Assalamualaikum, Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi tentang beberapa dzikir sesudah sholat yang saya amalkan beserta beberapa penjelasan pun sekaligus pengharapan yang ada di dalamnya. Basmalah (33x) Dalam memulai setiap pekerjaan, hendaknya kita memulainya dengan membaca basmalah supaya pekerjaan tersebut dinilai sebagai ibadah. Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata: “Tafsirnya adalah: Sesungguhnya seorang insan meminta tolong dengan perantara semua Nama Allah. Kami katakan: yang dimaksud adalah setiap nama yang Allah punya. Kami menyimpulkan hal itu dari ungkapan isim (nama) yang berbentuk mufrad (tunggal) dan mudhaf (disandarkan) maka bermakna umum. Seorang yang membaca basmalah bertawassul kepada Allah ta’ala dengan menyebutkan sifat rahmah. Karena sifat rahmah akan membantu insan untuk melakukan amalnya. Dan orang yang membaca basmalah ingin meminta tolong dengan perantara nama-nama Allah untuk memudahkan amal-amalnya.” ( Shifatush Shalah , ha

Aku, Keterpurukanku, dan Mereka yang Kutinggalkan

Pagi tadi saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke toko buku Gramedia bersama kedua orang tua saya dan satu orang gadis cantik yang selalu bisa membuat saya nyaman di dekatnya. Seperti biasa, saya mengecek total buku Carding for Beginner yang sudah terjual, ternyata di stok online masih sama dengan beberapa hari yang lalu walaupun di rak buku sudah ada buku yang terjual, updatenya kurang cepat. Apakah kali ini saya akan bercerita tentang buku yang saya tulis atau buku yang akan saya tulis? Tidak, sama sekali tidak. Kali ini saya ingin berbagi kisah nyata saya sebagai pengamal yang entah itu sukses atau tidak kepada kawan-kawan sekalian. Sebuah kesadaran tentang spiritualitas saya. Sebuah kesadaran setelah membaca buku agama yang membahas tujuh amalan pelejit kesuksesan. Kisah Nyata Sebagai Pengamal Cerita ini saya mulai ketika saya SMA. Sebuah tahap ketika saya benar-benar mencoba ini dan itu. Sebuah tahap saya dengan kuatnya melakukan sesuatu. Saya berkaca dari

Berbicara Tentang Nama

Tak banyak orang menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat setia menemani mereka. Sama setianya dengan dua malaikat yang katanya ada di kiri dan kanan kita. Mereka yang tak lelah mencatat ini itu yang mungkin akan menjadi jutaan buku bila diterbitkan. Dia yang sangat setia, tapi tak sepenuhnya disadari dan diresapi. Dia yang sangat mulia tapi dianggap biasa, nama. Sejatinya nama bukan hanya sebatas alat untuk mengidentifikasi seseorang. Bukan hanya sebagai alat untuk membedakan antarmanusia. Tidak sedangkal itu, bagi saya nama lebih dari itu melainkan sebuah pengharapan. Saya yakin bahwa setiap orang tua memberikan nama yang baik kepada anaknya dengan berbagai tujuan yang mana salah satunya adalah sebagai pengharapan. Berharap sang anak menjadi seperti nama yang diamanahkan. Nama juga amanah. Amanah yang harus kita perjuangkan, amanah yang melekat kepada kita sejak kita lahir. Hampir dua puluh satu tahun yang lalu orang tua saya memberikan amanah pada saya berupa nama, A