Skip to main content

Aku Harus Mati

Siapa yang tak mengenal kematian. Siapa yang hidup pasti akan mati. Hanya saja, mereka tak tahu kapan kematian itu akan datang. Bisa saja setelah tulisan ini dibuat, bisa saja setelah tulisan ini selesai dibaca, bisa saja satu jam yang akan datang, bisa saja.
Kematian, banyak orang yang takut pada kematian, tapi tak sedikit juga yang berharap kematian segera datang pada dirinya. Ada yang ingin hidup selamanya, tapi ada yang ingin begitu cepat mati karena hidup yang ia pikir terlalu berat atau tak sesuai dengan apa yang ia inginkan.
Namun, bukankah kematian adalah suatu kenikmatan yang Tuhan berikan pada kita? Bukankah kematian adalah kenikmatan yang pasti yang akan dialami setiap orang?
Saya ingin mati, saya tak ingin abadi karena:
Ketika aku abadi, aku akan melihat orang-orang yang aku sayang meninggalkanku
Ketika aku abadi, tak ada kejaran yang harus aku selesaikan
Ketika aku abadi, tak ada ucapan selamat ulang tahun dengan doa semoga panjang umur
Ketika aku abadi, aku hanya akan menjadi pengamat peradaban
Ketika aku abadi aku hanya akan menjadi seorang tua di tengah yang muda
Ketika aku abadi, aku tak punya garis finish
Ketika aku abadi, aku tak bisa hidup sehidup-hidupnya
Ketika aku abadi, aku tak bisa mengetahui siapa saja yang menangisi kematianku
Ketika aku abadi, aku tak tahu siapa yang senang dengan kematianku
Ketika aku abadi, aku tak tahu betapa indahnya surga
Ketika aku abdi, aku tak tahu betapa menyenangkannya menghabiskan masa-masa tua
Ketika aku abadi, aku tak tahu betapa menyenangkannya mendapatkan doa dari orang-orang yang aku sayang selepas kepergianku
Ketika aku abadi….
Yang aku takutkan bukanlah kematian. Kematian bisa datang kapan saja. Namun, yang aku takutkan adalah kehidupan yang tak hidup yang aku tinggalkan. Yang ku takutkan adalah nama yang hanya dapat dicela. Yang ku takutkan adalah tak ada hal yang berarti yang aku lakukan selama aku hidup. Yang aku takutkan adalah ketika aku mati, tak ada manfaat yang bisa dinikmati oleh orang lain. Yang aku takutkan adalah ketika aku mati dalam dalam kehidupan yang belum hidup.
Lantas, masihkah engkau ingin abadi dan menghindari kematian?

Comments

  1. aktor gaek Mel Gibson, dalam Braveheart, pernah berkata, "Setiap orang pasti mati. Tapi tidak semua orang benar-benar hidup."

    ReplyDelete

Post a Comment

Tanggapilah, dengan begitu saya tahu apa yang ada dalam pikiranmu

Popular posts from this blog

Wirid Sesudah Sholat

Assalamualaikum, Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi tentang beberapa dzikir sesudah sholat yang saya amalkan beserta beberapa penjelasan pun sekaligus pengharapan yang ada di dalamnya. Basmalah (33x) Dalam memulai setiap pekerjaan, hendaknya kita memulainya dengan membaca basmalah supaya pekerjaan tersebut dinilai sebagai ibadah. Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata: “Tafsirnya adalah: Sesungguhnya seorang insan meminta tolong dengan perantara semua Nama Allah. Kami katakan: yang dimaksud adalah setiap nama yang Allah punya. Kami menyimpulkan hal itu dari ungkapan isim (nama) yang berbentuk mufrad (tunggal) dan mudhaf (disandarkan) maka bermakna umum. Seorang yang membaca basmalah bertawassul kepada Allah ta’ala dengan menyebutkan sifat rahmah. Karena sifat rahmah akan membantu insan untuk melakukan amalnya. Dan orang yang membaca basmalah ingin meminta tolong dengan perantara nama-nama Allah untuk memudahkan amal-amalnya.” ( Shifatush Shalah , ha

Aku, Keterpurukanku, dan Mereka yang Kutinggalkan

Pagi tadi saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke toko buku Gramedia bersama kedua orang tua saya dan satu orang gadis cantik yang selalu bisa membuat saya nyaman di dekatnya. Seperti biasa, saya mengecek total buku Carding for Beginner yang sudah terjual, ternyata di stok online masih sama dengan beberapa hari yang lalu walaupun di rak buku sudah ada buku yang terjual, updatenya kurang cepat. Apakah kali ini saya akan bercerita tentang buku yang saya tulis atau buku yang akan saya tulis? Tidak, sama sekali tidak. Kali ini saya ingin berbagi kisah nyata saya sebagai pengamal yang entah itu sukses atau tidak kepada kawan-kawan sekalian. Sebuah kesadaran tentang spiritualitas saya. Sebuah kesadaran setelah membaca buku agama yang membahas tujuh amalan pelejit kesuksesan. Kisah Nyata Sebagai Pengamal Cerita ini saya mulai ketika saya SMA. Sebuah tahap ketika saya benar-benar mencoba ini dan itu. Sebuah tahap saya dengan kuatnya melakukan sesuatu. Saya berkaca dari

Berbicara Tentang Nama

Tak banyak orang menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat setia menemani mereka. Sama setianya dengan dua malaikat yang katanya ada di kiri dan kanan kita. Mereka yang tak lelah mencatat ini itu yang mungkin akan menjadi jutaan buku bila diterbitkan. Dia yang sangat setia, tapi tak sepenuhnya disadari dan diresapi. Dia yang sangat mulia tapi dianggap biasa, nama. Sejatinya nama bukan hanya sebatas alat untuk mengidentifikasi seseorang. Bukan hanya sebagai alat untuk membedakan antarmanusia. Tidak sedangkal itu, bagi saya nama lebih dari itu melainkan sebuah pengharapan. Saya yakin bahwa setiap orang tua memberikan nama yang baik kepada anaknya dengan berbagai tujuan yang mana salah satunya adalah sebagai pengharapan. Berharap sang anak menjadi seperti nama yang diamanahkan. Nama juga amanah. Amanah yang harus kita perjuangkan, amanah yang melekat kepada kita sejak kita lahir. Hampir dua puluh satu tahun yang lalu orang tua saya memberikan amanah pada saya berupa nama, A