Hari ini adalah hari terakhir turnamen "master" diadakan di musim billiard ini. Di Belanda, atau mungkin di dunia?, ada yang namanya turnamen master yang mana, di setiap akhir turnamen akan ada turnamen khusus yang tidak perlu ada biaya pendaftaran hanya untuk top player dari ranking turnamen tersebut. Sebagai contoh, jika ada seri dari 10 turnamen, maka 16 pemain dengan poin tertinggi akan diundang ke turnamen master ini. Menariknya, biasanya, everyone gets prize, jadi hanya dengan berpartisipasipun langsung dapat hadiah.
Di musim ini, dari 4 turnamen yang rutin aku ikuti: Amateur Tournament Walburg, Amateur Tournament Poolcentrum Keus, Recreanten Rijnmond KNBB, dan House Tournament Poolcafe Delfshaven, hanya dua yang diundang ke master.
 |
| Turnamen Master |
Sebenarnya, untuk turnamen di Poolcentrum Keus hampir sih, karena ada di rangking 18 setelah juara 3 dan tidak join beberapa kali. Alasannya sih sederhana, kurang cocok dengan meja dan tempatnya karena kalau winter dinginnya pol. (alasan, hehe). Kalau untuk Recreanten KNBB, emang performance lagi jelek aja, dan harus diakui karena kalau tidak, enggak akan bisa jadi lebih baik.
Kesempatan Terakhir Mendapatkan Piala (Musim Ini)
27 Juni lalu, aku gagal mendapatkan piala di turnamen master Delfshaven. Alasannya sederhana, aku kalah 2x dan ada di posisi terakhir. Dapat uang sih, lumayan 70 euro, tapi tetap sedih karena gap skillnya terlalu jauh. Maklum, walaupun judulnya house turnamen, tapi yang ikut bukan kaleng-kaleng. Di pertandingan pertama, aku lawan OC Chan, peringkat 23 se-Belanda (https://cuescore.com/rating/KNBB+Pool+Rating/20655568)
Di pertandingan kedua, lawan Jun Zwijnenburg, anggota tim senior billiard Belanda, official, https://www.facebook.com/KNBB.Biljart/photos/eerste-eremetaal-op-ek-seniors-ladies-jum-zwijnenburg-en-caroline-van-steenberge/1216808810472012/. Jadi, bayangkan levelnya, satu dua kesalahan, habis sudah 😅
Balik lagi sesuai judul tulisan ini, hari ini adalah kesemaptan terakhir untuk dapat piala. Sayangnya, aku membuat terlalu banyak kesalahan yang mengakibatkan aku kalah. Di awal, ada 16 orang yang diundang dan masuk last sixteen. Pemenang dari pertandingan ronde pertama tersebut akan masuk ke quarter final, aku masuk ke tahap ini dan kalah dengan skor 3-0 untuk 8-ball, 1-4 untuk 9-ball, dan 2-3 10-ball.
 |
| Dikalahkan oleh Fabio di quarter final |
Rasanya ada penyesalan setelah pertandingan berakhir karena harusnya, bisa menang lebih awal karena di rack pertama 10-ball, aku miss bola terakhir. Ada juga salah strategi yang berujung dia bisa menghabiskan bola di meja. Akhirnya, cuma bisa foto dengan piala yang hampir dibawa pulang. Sedih.
 |
| Hanya bisa bermimpi membawa pulang piala di turnamen kali ini |
Di akhir, beberapa teman menyemangati dengan bilang
well played walaupun aku kalah. What a good gesture. Untungnya sih, karena masuk ke
quarter final, masih dapat hadiah uang yang lumayan: 50 EURO
 |
| Hadiah untuk quarter finalist |
Kontrol Diri di Billiard
Ada hal yang menarik dalam bermain billaird. Aku beberapa kali menemui beberapa orang yang sering marah-marah saat main. Buatku, itu menimbulkan pertanyaan, ngapain sih sampai marah-marah? Biasanya sih kalau dia bikin kesalahan sampai scratch atau bola enggak masuk dan menguntungkan aku. Bentuk marahnya macam-macam, ada yang mengumpat, ada yang ngomong sendiri, ada yang mukul meja, dan lain sebagainya. Balik lagi, ngapain?
Biasanya, kalau aku bikin kesalahan atau mahkan scratch, aku hanya diam bahkan hanya ketawa aja. Mungkin, itu salah satu skill yang jadi anadalanku dalam main billiard selama ini: tetap tenang & pantang menyerah. Di pertandingan pertama hari ini, aku kalah 3-0 di 8-ball, tapi bisa come back dengan epic ke 4-1 di 9-ball dan 3-1 di 10-ball. Bisa aja setelah kena gebuk 3-0 langsung menyerah, tapi, itu bukan jalan yang aku pilih. Sebelum game selesai, ya ada kesempatan menang dan itu terbukti. Lalu, aku jadi ingat dengan hasil tes psikologi untuk perpanjang SIM kemarin.
 |
| Hasil tes psikologi |
Sepertinya memang hasilnya cocok, aku bisa kasih konsentrasi penuh saat bertanding dan tetap chill walaupun ada kondisi yang tidak sesuai rencana. Plus, yang terpenting, bisa mengendalikan diri untuk enggak marah-marah dan pakai logika supaya saat bertanding tidak terbawa emosi karena efeknya fatal betul. Aku lihat beberapa kali ada pemain yang harusnya bisa menang, tapi jadi kalah karena emosinya enggak dikontrol. Bola mudah jadi miss dan sebagainya.
Akhir kata, tulisan ini aku buat untuk mencapture ras sedihku tidak dapat piala untuk musim ini. Juga, untuk mencapture betapa aku sudah tumbuh di skena billiard Zuid Holland.
Salam,
Aryya
Comments
Post a Comment
Tanggapilah, dengan begitu saya tahu apa yang ada dalam pikiranmu