False Sense of Security
Beberapa waktu kebelakang agaknya aku cukup beruntung karena masuk ke babak final atau bahkan memenangkan turnamen billiard. Tentu sebagai warga Indonesia yang umum, setiap kali menang, selalu bilang bahwa aku beruntung saja. Walaupun pada akhirnya lawan bilang kalau aku adalah pemain yang bagus.
Sebagai contoh, minggu lalu, dua hari berturut-turut aku mendapatkan hasil yang lumayan oke. Memenangkan side event dari sebuah turnamen dan masuk ke quarter final di turnamen master.
| Turnamen 11 & 12 Juli 2026 |
Sayangnya, kemenangan itu membuatku memiliki false sense of security. Biasanya aku cenderung untuk underestimate diriku sendiri sehingga lebih hati-hati ketika bermain dengan siapapin, tapi ketika ikut turnamen lain kemarin, aku kalah karena punya anggapan, "ah, gampang ini mah". Bahkan, sebelum turnamen pun aku sudah berpikiran akan juara dan membawa pulang uang. What a shame.
Balancing Self-Estimation & Sense of Security
Setelah peristiwa kemarin, aku jadi makin sadar bahwa, dalam pertandingan punya sense of security dengan melihat bertanding melawan siapa adalah sebuah kesalahan. Karena pada akhirnya, lawan sesungguhnya saat turnamen adalah the table. Tidak peduli seberapa jago atau amatir lawan, kalau aku tidak membuat kesalahan sama sekali, aku bisa menang. Di sisi lain, kalau aku selalu membuat kesalahan terutama di bola kritis, seperti bola 8 yang aku lakukan kemarin sehingga lawanku mendapat free ball, ya habis sudah.
Jadi menurutku, kuncinya adalah mencari keseimbangan antara self-estimation dan sense of security. Sense of security harus minimal karena sadar bahwa lawan bisa memenangkan pertandingan jika diberi kesempatan atau aku membuat kesalahan. Di sisi lain, tidak boleh juga underestimate skill diri sendiri karena toh sudah ada buktinya aku pernah menang karena kalau tidak, bahkan di shot mudahpun akan ada keraguan bisa masuka tau tidak.
Selama musim panas ini ada beberapa turnamen yang mungkin akan aku ikuti. Salah satunya turnamen Selasa malam dan Sabtu siang. Semoga dengan refleksi ini, dan tentu latihan, hasil di turnamen selanjutnya akan lebih bagus.
Salam,
Aryya
Comments
Post a Comment
Tanggapilah, dengan begitu saya tahu apa yang ada dalam pikiranmu