"Manusia cenderung mendekat kepada dia atau mereka yang bisa membuatnya nyaman. Hingga akhirnya serasa tidak ada sekat yang memisahkan mereka. Saat itulah mereka bisa dibilang bersahabat. Namun terkadang ada saat ketika tanpa disadari muncul dinding yang tak terlihat. Yang membuat tawa menjadi dingin, sapaan menjadi hampa, dan tatapan tak lagi bermakna." --Aryya Dwisatya Widigdha
Sekarang sudah Desember 2024, artinya, sudah tepat 12 bulan sejak pertama kali aku mulai bekerja di Swisscom DevOps Center Rotterdam. Sebenarnya, sudah ingin menulis sejak enam bulan lalu, tapi kuurungkan sambil menunggu tepat satu tahun, selesai performance review untuk tahun 2024, dan menyelesaikan keseluruhan siklus musim di negara empat musim ini: winter, spring, summer, autumn. Balik lagi ke perihal pekerjaan ini, pekerjaan yang sebenarnya tidak aku bayangkan akan aku jalani jika ada yang bertanya, "Mau kerja di Belanda?", di sekitaran Mei 2023. Sebab, pada saat itu memang tidak ada rencana sama sekali. Aku, dan keluarga, sudah merasa nyaman bisa hidup di Lumajang dengan remote working perusahaan Singapura. Bisa dekat dengan keluarga, dapat gaji di atas rata-rata, beban kerja tidak gila-gilaan, biaya hidup terjangkau, mau apa lagi? Tapi, toh, nyatanya aku di sini, berarti memang ada hal lain yang aku kejar. Mendapatkan Pekerjaan di Belanda Sebenarnya, tidak ada alasan...
Comments
Post a Comment
Tanggapilah, dengan begitu saya tahu apa yang ada dalam pikiranmu