Skip to main content

Upgrading Laptop for Better Life

Ceritanya, hampir semingguan saya galau untuk membeli laptop baru. Kalau diingat, laptop ASUS N43SM saya sudah sekitar 4 tahunan. Sebenarnya, masih bisa sih untuk gawe, tapi sepertinya ada satu yang kurang yakni kemungkinan untuk berkembang. Nah, kali ini saya akan bercerita sedikit tentang engalaman upgrading laptop.

ASUS N43SM
Laptop saya ini memiliki spesifikasi CPU i5-2450M (2.5 Ghz), RAM 8GB (Maximum 8), SSD (128GB), HDD (750GB), dan VGA Card Nvidia 630M (2GB). Cukup memuaskan, kan? Sejujurnya iya. Namun, beberapa waktu ini setelah main-main dengan tool enterprise seperti WSO2 API Manager, WSO2 Identity Service, Talend ESB, dan lain-lain kok rasanya ada yang kurang ya? Sering nge lag. Dari situ, saya analisis, kira-kira ada beberapa kemungkinan:
  1. IO sudah lebih dari batas
  2. CPU sudah kalah dibanding jumlah request yang harus diproses
  3. Memory yang kurang memadai sehingga harus ada switching
Dari tiga kemungkinan tersebut, yang paling memungkinkan adalah nomor 2. Nomor 1 dieleminasi karena, lho, yah sudah SSD, IO pasti sudah lebih bagus daripada pakai HDD yang hanya 5200 rpm. Memory, toh belum stagnan di 80% dari maksimal alokasi. Alhasil, saya berniat untuk upgrade CPU ASUS N43SM dan sayangnya, hal tersebut tidak mungkin. Seperti kata orang, "memilih sekali, konsekuensinya selamanya"

SHE IS THE ONE
Sampai di titik itu, asya akhirnya memutuskan untuk membeli laptop baru dengan spesifikasi yang harus lebih bagus dari laptop yang sekarang. Iya dong? kan sayang kalau sama saja. Beberapa kriteria saya:
  1. CPU harus i7, minimal 4 core, atau frequency base lebih dari 2.5 Ghz karena kalau sama, nanti bisa nge lag seperti sekarang karena jumlah request yang bias diproses dalam satu waktunya sama.
  2. RAM  lebih dari 8 GB karena kedepan kemungkinan memory jadi kebutuhan mengingat aplikasi yang ada sekarang banyak yang java based dan memory consuming banget.
  3. Ada DVD RW untuk diganti dengan caddy hdd yang 750GB. Ini penting karena semua file kerjaan ada di sana.
  4.  Battery awet, paling enggak bisa sampai 2-3 jam. Ini juga penting mengingat pengalaman ngerjain proyek di Kementrian X kemaren, harus riwa-riwi ketemu orang dengan membawa laptop.
  5. Enteng, mirip nomor 4, supaya pas riwa-riwi tidak terlalu membebani.
Setelah browsing-browsing di Tokopedia & Bukalapak, akhirnya saya menemukan satu opsi yakni Dell Precission M4700 oke punya yaitu RAM bisa sampai 32 GB, CPU i7-3740Q which is 4 core dan 2.7 Ghz base frequency, VGA card 1 GB, dan lain-lain. Intinya ini laptop kalau dari performa oke punya dan cukup wajar karena harga awalnya sekitar 32 juta hahahaha. Sayangnya, laptop ini dibanderol dengan harga 8 juta. Sejenak saya berpikir dulu.
Tak berselang lama, seorang senior nge PM link laptop HP Elitebok 2570p di Tokopedia dengan spesifikasi CPU i7-3520M which is 2 core dan 2.9 Gz base frequency, RAM upgradeable sampai 16 GB, Batery cukup awet, enteng, dan harganya terjangkau yakni 4 juta, setengah Dell Precission M4700 kan? hahaha
Setelah  mempertimbangkan ini dan itu, akhirnya sampailah ke kesimpulan untuk membeli HP Elitebook 2570p karena keunggulan di CPU, RAM, berat, dan battery nya, dan....yang sangat penting juga adalah adanya kemungkinan untuk upgrade CPU karena CPU HP Elitebook 2570p bisa copot-pasang.

Upgrading
Dengan base spec yang seperti itu, akhirnya barang sampai ke rumah hari Jumat dan langsung saya upgrade. beberap upgrade yang dilakukan antara lain menambah RAM supaya jadi 8GB, upgrade DVD to hdd caddy supaya jadi additional storage 750GB, dan upgrade colokan USB karena hanya ada 2 colokan USB. RAM yang dipakai untuk upgrade diambil dari laptop ASUS N43SM jadi tidak memerlukan biaya. Rencananya, upgrade DVD to hdd caddy juga dari laptop lama, tapi ternyata tidak compatible karena ukuran caddy lama 12.5mm sedangkan yang baru 9.5mm. Alhasil harus merogoh kocek lagi sebesar 80rb. Selain itu, USB terminal 4 port juga saya beli baru dengan harga 45Rb sehingga total USB port yang tersedia ada 5 (1 untuk Wireless Mouse, 4 untuk lain-lain seperti HDD eksternal, Flash Disk, dan external device). So, total pengeluaran untuk upgrade 125R.

Dan, inilah penampakan HP Elitebook 2570p hasil upgrade.

Foto dari atas. Hal non-teknis yang saya suka dari laptop ini karena bentuknya kotak, kokoh, dan warnanya mengkilat hahaha


Selain itu, karena mungkilnya ini, jadi enak dibawa dengan atau tanpa mouse.

CPU i7-3520M & RAM 8GB

HDD Caddy berhasil walaupun di awal HDD Caddy dideteksi sebagai foreign disk

Comments

Popular posts from this blog

Wirid Sesudah Sholat

Assalamualaikum, Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi tentang beberapa dzikir sesudah sholat yang saya amalkan beserta beberapa penjelasan pun sekaligus pengharapan yang ada di dalamnya. Basmalah (33x) Dalam memulai setiap pekerjaan, hendaknya kita memulainya dengan membaca basmalah supaya pekerjaan tersebut dinilai sebagai ibadah. Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata: “Tafsirnya adalah: Sesungguhnya seorang insan meminta tolong dengan perantara semua Nama Allah. Kami katakan: yang dimaksud adalah setiap nama yang Allah punya. Kami menyimpulkan hal itu dari ungkapan isim (nama) yang berbentuk mufrad (tunggal) dan mudhaf (disandarkan) maka bermakna umum. Seorang yang membaca basmalah bertawassul kepada Allah ta’ala dengan menyebutkan sifat rahmah. Karena sifat rahmah akan membantu insan untuk melakukan amalnya. Dan orang yang membaca basmalah ingin meminta tolong dengan perantara nama-nama Allah untuk memudahkan amal-amalnya.” ( Shifatush Shalah , ha

Belajarlah Wahai Anak Muda!

Dahulu kala hiduplah seorang lelaki tua bernama Doyanta yang hidup sebatang kara di sebuah gubuk reot di samping sungai. Tak ada yang bisa dibanggakan dari rumahnya, hanya sebuah gubuk dari bambu yang mungkin akan dengan mudah diterbangkan oleh angin pada zaman sekarang, betapa tidak, peti kemas saja yang begitu berat di Tanjung Priok bisa roboh tertiup oleh angin di zaman yang sudah edan ini. Rumah nya tak begitu besar malah dapat dibilang kecil, tak ada penerangan selain lilin kecil yang memberikan sedikit pencahayaan ketika malam hari selain rembulan yang terkadang pun pergi meninggalkan dirinya. Hidupnya sepi, sendiri, tak ada yang tau bagaimana masa lalu lelaki tua tersebut. Setiap hari ia selalu menyempatkan diri untuk merebahkan tubuhnya yang kurus kering itu di kursi yang tak jauh lebih gemuk dari butuhnya, mungkin sama ringannya. Matanya menerawang jauh menembus hutan, gunung, dan mungkin lautan. Beberapa waktu dia asyik hidup dalam dunianya sendiri, lalu lalang

Sobat Upgrade Plus-Plus

 Pada bulan april lalu saya membuat tulisan tentang pilihan saya untuk menjadi sobat upgrade ketimbang harus membeli sepeda balap baru yang harganya mencapai paling tidak 6 juta rupiah. Bulan demi bulan, saya mencoba mengganti komponen sepeda Polygon fork rigid saya mulai dari bottom bracket, hub free hub, ruji, dan yang paling baru adalah pedal di hari minggu lalu. Sebenarnya, saya punya prinsip, upgrade semaksimal mungkin sampai tidak bisa diupgrade atau costnya tidak efektif lagi. Contohnya, fork rigid ini sudah susah untuk diganti ban jadi ban balap karena ukuran rangka sepedanya terlalu kecil dan akan perlu pemotongan manual, jadi cerita mengganti ban balap harus diurungkan. Selain itu, FD nya juga sudah patah dan mencari FD yang sejenis lumayan susah dan biasanya malah harus ganti semuanya yang mana berarti mesti merogoh kocek lebih dalam. Upgrade Plus-Plus Balik ke cerita saya april lalu, salah satu alasan saya tidak mau beli sepeda balap baru ya karena harganya sangat mahal bag