Skip to main content

URAA

Ketika engkau bertemu dengannya
Mungkin hanya 2% dari otakmu yang akan bekerja
Paling tidak rasionalitasmu akan ditekan begitu hebat
Hingga insting dan nalurimu lah yang berbicara

Ketika engkau bertemu dengannya
Engkau tak akan segan berlari mendekatinya
Tak peduli apa yang engkau tinggalkan saat itu
Karena kau tau, sesaat waktu dengannya adalah kepuasan yang mungkin takkan pernah bisa terulang
Bukankah kita tak pernah tau kapan pertemuan terakhir itu menjadi akhir dari pertemuan?

------

Coba kau rasakan apa
Betapa menyenangkannya ketika ia yang terpisah denganmu
Terbentang jarak antara kalian, raga kalian, tapi bukan hati kalian
Dan engkau bisa bertemu dengannya
Melihat kembali senyum manisnya dari dekat
Sebatas menggandeng tanggannya
Yang kau ingat dulu, ketika engkau menggandengnya ia masih begitu malu-malu,
Pun dirimu

Ku yakin engkau akan bisa mengingat saat pertama engkau bertemu dengannya
Atau saat pertama yang membuatmu tak bisa lupa akan dirinya
Perasaan yang bisa tumbuh tanpa engkau suruh
Perasaan yang bisa mengakar tanpa perlu media

-------

Lantas waktu begitu cepat berlalu
Satu tahun, tiga tahun, lima tahun, dan sepuluh tahun
Engkau masih memandangnya sama
Seorang yang sejak sore itu masuk dalam pikiranmu dan punya ruang tersendiri di hatimu
Hanya dengan sekali senyuman dan engkau pun luluh
Senyuman termanis yang pernah engkau dapatkan

Maka bila engkau bertemu dengannya
Berlarilah, jangan biarkan ada beberapa detikmu terbuang, hilang
Karena bisa jadi, detik-detik itu, yang akan mengisi ingatanmu setelahnya

Comments

Popular posts from this blog

Wirid Sesudah Sholat

Assalamualaikum, Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi tentang beberapa dzikir sesudah sholat yang saya amalkan beserta beberapa penjelasan pun sekaligus pengharapan yang ada di dalamnya. Basmalah (33x) Dalam memulai setiap pekerjaan, hendaknya kita memulainya dengan membaca basmalah supaya pekerjaan tersebut dinilai sebagai ibadah. Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata: “Tafsirnya adalah: Sesungguhnya seorang insan meminta tolong dengan perantara semua Nama Allah. Kami katakan: yang dimaksud adalah setiap nama yang Allah punya. Kami menyimpulkan hal itu dari ungkapan isim (nama) yang berbentuk mufrad (tunggal) dan mudhaf (disandarkan) maka bermakna umum. Seorang yang membaca basmalah bertawassul kepada Allah ta’ala dengan menyebutkan sifat rahmah. Karena sifat rahmah akan membantu insan untuk melakukan amalnya. Dan orang yang membaca basmalah ingin meminta tolong dengan perantara nama-nama Allah untuk memudahkan amal-amalnya.” ( Shifatush Shalah , ha

Aku, Keterpurukanku, dan Mereka yang Kutinggalkan

Pagi tadi saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke toko buku Gramedia bersama kedua orang tua saya dan satu orang gadis cantik yang selalu bisa membuat saya nyaman di dekatnya. Seperti biasa, saya mengecek total buku Carding for Beginner yang sudah terjual, ternyata di stok online masih sama dengan beberapa hari yang lalu walaupun di rak buku sudah ada buku yang terjual, updatenya kurang cepat. Apakah kali ini saya akan bercerita tentang buku yang saya tulis atau buku yang akan saya tulis? Tidak, sama sekali tidak. Kali ini saya ingin berbagi kisah nyata saya sebagai pengamal yang entah itu sukses atau tidak kepada kawan-kawan sekalian. Sebuah kesadaran tentang spiritualitas saya. Sebuah kesadaran setelah membaca buku agama yang membahas tujuh amalan pelejit kesuksesan. Kisah Nyata Sebagai Pengamal Cerita ini saya mulai ketika saya SMA. Sebuah tahap ketika saya benar-benar mencoba ini dan itu. Sebuah tahap saya dengan kuatnya melakukan sesuatu. Saya berkaca dari

Berbicara Tentang Nama

Tak banyak orang menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat setia menemani mereka. Sama setianya dengan dua malaikat yang katanya ada di kiri dan kanan kita. Mereka yang tak lelah mencatat ini itu yang mungkin akan menjadi jutaan buku bila diterbitkan. Dia yang sangat setia, tapi tak sepenuhnya disadari dan diresapi. Dia yang sangat mulia tapi dianggap biasa, nama. Sejatinya nama bukan hanya sebatas alat untuk mengidentifikasi seseorang. Bukan hanya sebagai alat untuk membedakan antarmanusia. Tidak sedangkal itu, bagi saya nama lebih dari itu melainkan sebuah pengharapan. Saya yakin bahwa setiap orang tua memberikan nama yang baik kepada anaknya dengan berbagai tujuan yang mana salah satunya adalah sebagai pengharapan. Berharap sang anak menjadi seperti nama yang diamanahkan. Nama juga amanah. Amanah yang harus kita perjuangkan, amanah yang melekat kepada kita sejak kita lahir. Hampir dua puluh satu tahun yang lalu orang tua saya memberikan amanah pada saya berupa nama, A