Skip to main content

20 Tahun.Dua puluh tahun.

Ketika membuat tulisan ini saya sadar bahwa saya harus bangun pagi untuk menghadiri kuliah pagi pukul 07.00 besok. Saya sadar bahwa ada kuis IMK yang harus saya hadapi besok dan saya harus belajar. Saya mengerti sekali bahwa ada proyek yang harus saya kerjakan saat ini. Namun, saya lebih tahu bahwa saya harus menulis sekarang, menuliskan kenangan indah yang saya dapatkan hari ini sebagai pengingat di kala saya lupa. Karena semua yang saya dapatkan hari ini terlalu indah untuk terlupakan walau hanya sekejap saja.

Merasa Hidup

“Kau akan merasakan benar-benar hidup ketika keberadaanmu diakui.”—Aryya Dwisatya Widigdha

Pengakuan itu datang, sederhana memang walaupun melalui pesan singkat, wall di facebook, jabatan tangan di kelas, hingga hadiah yang dikirim dari email. Sederhana, tapi bermakna. Saya tidak merasa hanya kuliah untuk duduk di kelas, mendengarkan dosen, mencatat, mengerjakan tugas, ujian, mendapatkan nilai, dan lulus. Tidak sebatas itu. Namun, nampaknya keberadaan saya dihargai di sana. Dengan senyuman yang menyambut ketika pagi, guyonan yang silih berganti sepanjang hari, dan berbagai hal lain yang membuat saya benar-benar hidup dan tidak sendirian meskipun berada di perantauan. Saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan yang telah mengucapkan selamat ulang tahun kepada saya. Pun untuk kalian yang mendoakan tanpa harus berucap. Tanpa kalian dah aku mah apa atuh. Terima kasih kawan-kawan Captcha.

Kalian
“Maneh dapet surat cinta gak, Ya?” tanya seorang kawan kepada saya beberapa minggu yang lalu ketika ada gathering Taplok-Mentor di Lapangan SR petang itu. Sayangnya, saya tak mendapatkan surat cinta sama sekali. Jujur, saya berharap ada yang memberikan surat kepada saya. Sembari bersembunyi dalam petang, saya mundur beberapa langkah untuk mengasingkan diri dari kerumunan. Tetap, masih berharap ada surat yang memang ditujukan pada saya, tapi nyatanya tak ada. Waktu itu.
Namun kalian memang kalian. Kalian yang tidak pernah mengecewakan saya. Mulai dari sekolah perangkat hingga beberapa jam yang lalu kalian tetap bisa membuat saya tersenyum. Meskipun seringkali kalian tidak melihatnya. Kalian yang bisa membuat saya euphoria seperti setelah menghisap ganja. Kalian yang datang dengan kejutan walaupun tidak susah untuk menebaknya. Ya, kalian.


“Seringkali hal yang kita lakukan dengan susah payah dan membutuhkan hati akan menghasilkan senyuman di kemudian hari”—Aryya Dwisatya W
Kue ulang tahun & donut kesukaan dari adik-adik & kawan-kawan


Mungkin itulah ungkapan yang sangat bisa menggambarkan apa yang saya rasakan sekarang. Saya tidak pernah menyangka rasa sedih saya beberapa waktu lalu terbalaskan dengan rasa bahagia yang jauh dari ekspektasi saya. Saya tidak menyangka bahwa hanya pop mie yang saya baca sembari membaca tulisan kalian lah yang bisa men-distraksi saya agar tidak meneteskan air mata. Saya berterima kasih kepada kalian untuk semua pembelajaran yang kalian berikan kepada saya. Mungkin kalian berpikir kalian saja yang belajar, tapi hal itu tidak benar. Karena di sini, saya juga belajar. Saya belajar bagaimana menjadi kakak yang bisa mendidik adik-adiknya, saya belajar menjadi manusia yang memanusiakan manusia, saya belajar menjadi orang yang bisa merelakan diri untuk dikalahkan oleh adik-adiknya. Saya belajar dan kalian adalah rekan belajar saya. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih untuk semua yang kalian berikan kepada saya. Banyak-banyak lah belajar dan mencoba, tak masalah ketika kalian salah, tapi belajar lah dari kesalahan itu. Saya yakin kalian bisa menjadi orang-orang besar di mulai dari kampus ini. Perangkat Mentor OSKM ITB 2014




Surat 'cinta' yang butuh pop mie buat nahan air mata



Awalnya dinding ini kosong, sampai akhirnya datang kado spesial dari kalian

Kamu
Tanpa kamu-kamu sekalian, saya bukanlah siapa-siapa. Tanpa kamu-kamu sekalian, saya hanya lah seorang lelaki yang memiliki banyak kekurangan. Tanpa kamu-kamu sekalian, tidak akan ada bara di lilin yang saya tiup tadi malam. Tanpa kamu-kamu sekalian, nampaknya saya tidak akan belajar sebanyak ini.
 

Sebagian Perangkat OSKM ITB 2013
Maaf bila selama ini saya kurang bisa memberikan rasa nyaman pada kalian. Maaf bila saya terkadang agak keras kepala. Maaf bila terkadang saya kurang berperasaan. Tapi yang jelas, berada di antara kalian adalah kehormatan bagi saya dan tumbuh bersama kalian adalah salah satu alasan mengapa saya bahagia. Perangkat Taplok OSKM ITB 2013.


Salam, 
Aryya Dwisatya W
Lelaki 20 tahun yang sedang bahagia

Comments

Popular posts from this blog

Hari pertama : Salam kenal dari BangSat

Salam kenal, Ca-Kawan :D Setelah sekian lama nge-blog karena keinginan sendiri tanpa keterikatan dan tuntutan maka sekarang saya sedang mencoba menaklukkan tantangan Bang Claude yakni “ Tantangan Ngeblog 30 Hari ”. Maklum, orang bergolongan darah B kan suka tantangan :p. Kalau biasanya saya bisa ngeblog sesuka hati, maka sekarang saya harus ngeblog dengan beberapa kriteria yang mungkin tidak asing, tapi tak begitu mudah dilakukan. Konsisten dan On Demand . Inilah poin penting yang menurut saya menjadi dasar diadakannya chalange ini. Oke, nama saya Aryya Dwisatya Widigdha. Saya biasa dipanggil Yayak, Aryya, Dwi, Satya, Widi, atau bahkan BangSat. Tiap nama panggilan punya sejarah masing semisal Yayak adalah nama panggilan dari orang-orang yang paling pertama mengenal saya seperti orang tua, saudara, teman sejak TK/SD. Aryya, panggilan dari rekan-rekan SMP dan SMA. Dwi, Satya, dan Widi merupakan panggilan yang kerap kali dilayangkan oleh kawan-kawan blogger, pecinta IT, dan ...

Pengalaman Berangkat Haji Tanpa Antri dari Belanda (2025)

Alhamdulillah.Pertama-tama, aku ingin mengucapkan syukur pada Allah yang sudah memberikan izin dan kuasa sehingga aku dan Nova untuk berhaji pada tahun 2025 ini dengan proses yang baik, lancar, dan nyaman. Di tulisan ini, aku coba untuk berbagi detil bagaimana kami bisa berangkat haji dari Belanda dengan periode waktu yang singkat, kurang dari 2 tahun sejak tinggal di Belanda. Suasana setelah Tawaf Ifadah dan Sholat Sunnah Keinginan Berhaji Pada tahun 2021 lalu, kami sudah melakukan pendaftaran haji reguler di Indonesia, aku pernah tuliskan prosesnya di  https://blog.aryya.id/2021/03/melaksanakan-rencana-yang-tertunda.html . Sayangnya, waktu tunggu untuk haji reguler kami adalah sekitar 30 tahun. Bagi kami, waktu 30 tahun bukanlah waktu yang singkat. Belum tentu tenaga yang kami punya di usia saat itu akan optimal untuk beribadah di tempat yang nan jauh di sana terlebih dengan cuaca yang sangat panas. Beberapa waktu setelahnya, kami melihat salah satu teman kami dan istrinya berang...

BangSatya Mini Give Away

Selamat pagi sobat BangSat. :p Berjumpa lagi dengan saya, Bang Satya, di acara yang berbeda yaitu “BangSatya Mini Give Away”. Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi sebuah buku berjudul ” Carding for Beginner” . Pada postingan ini saya tidak akan menjelaskan carding itu apa dan bagaimana melakukannya, silahkan baca sinopsis buku tersebut   di tulisan saya sebelumnya “ Buku Carding for Beginner ”. Buku Carding for Beginner Buku ini akan saya berikan gratis, seriusan gratis, tapi hanya untuk satu orang pemenang. Peserta yang lain beli di toko buku terdekat ya ;).  SYARAT Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi bagi rekan-rekan yang ingin mengikuti “BangSatya Mini Give Away” yaitu: Memiliki blog (yaiyalah), boleh menggunakan blogspot.com, wordpress.com, atau domain pribadi. Follow blog ini melalui Google Friend Connect Add facebook Aryya Dwisatya W Follow twitter @adwisaty4 Mention minimal dua orang rekan kamu termasuk @adwisaty4 dan ajak mereka...