Skip to main content

Saya siap melamar, Om!



Saya siap melamar, Om!



Halo guys, masih inget sama video tentang pembayaran pajak yang booming tahun 2007 kemarin? Yoi, jadi ceritanya, gue sekarang udah siap ngelamar calon istri gue versi video itu. Gue udah punya NPWP! :p

Latar Belakang Punya NPWP

Berawal dari kerjaan gue yang mengharuskan punya NPWP supaya honor turun, alhasil mau tak mau gue mesti ngurus NPWP. Daripada honor enggak turun, kan sayang toh? Untungnya, prosedur pembuatan NPWP tidak ribet dan mengharuskan kita-kita datang ke tempatnya langsung. Melalui https://ereg.pajak.go.id/ kita bisa mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP. Prosesnya mudah dan cepat, enggak sampai seminggu NPWP sudah ada dan bisa diminta melalui telpon. Memang, nantinya akan dikirim kartu Wajib Pajak yang cukup kece ke alamat kita. Tentunya pelayanana ini tidak memungut biaya.

Keuntungan Punya NPWP
Nah, ada beberapa keuntungan nyata yang gue dapat setelah NPWP ini antara lain:
Gue jadi calon mantu idaman yang udah peduli sama negara dari segi pajak, jadi enggak bisa tuh disindir enggak adil sama negara dari segi pajak :p
Gue bisa terima honor dari kerjaan gue, ya walaupun sampai sekarang belum turun sih. Insyaallah pas turun kayak durian jatuh
Royalti dari buku 7 Hari Jawara di Internet bisa lebih tinggi karena potongan buat yang punya NPWP beda dengan potongan untuk mereka yang belum punya NPWP.

Penutup
Itu dia cerita singkat gue tentang NPWP. Gue udah punya NPWP nih, lo kapan? Jangan terlalu berpikir negatif bahwa pajak yang kita bayar bakal dikorupsi. Yakini aja bahwa efek negatif kita enggak bayar pajak jauh lebih parah ketimbang duit itu dikorupsi. *yang korupsi kan enggak panjang-panjang amat umurnya, 80 tahun paling udah mati kan =)) *ups


Salam BangSatya,
Buruk.baik.menginspirasi.
Pemuda 19 tahun yang sedang sakit *semoga lekas sembuh—amin*, dilanda badai tucil *semoga lekas selesai—amin* dan sedang ingin menulis beberapa hal.

Comments

  1. Hai, nice post :)
    Ijin blogwalking yaa, ada info lomba blog loh, mau ikutan gak?
    Klik aja ini!
    Makasih.

    ReplyDelete

Post a Comment

Tanggapilah, dengan begitu saya tahu apa yang ada dalam pikiranmu

Popular posts from this blog

Wirid Sesudah Sholat

Assalamualaikum, Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi tentang beberapa dzikir sesudah sholat yang saya amalkan beserta beberapa penjelasan pun sekaligus pengharapan yang ada di dalamnya. Basmalah (33x) Dalam memulai setiap pekerjaan, hendaknya kita memulainya dengan membaca basmalah supaya pekerjaan tersebut dinilai sebagai ibadah. Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata: “Tafsirnya adalah: Sesungguhnya seorang insan meminta tolong dengan perantara semua Nama Allah. Kami katakan: yang dimaksud adalah setiap nama yang Allah punya. Kami menyimpulkan hal itu dari ungkapan isim (nama) yang berbentuk mufrad (tunggal) dan mudhaf (disandarkan) maka bermakna umum. Seorang yang membaca basmalah bertawassul kepada Allah ta’ala dengan menyebutkan sifat rahmah. Karena sifat rahmah akan membantu insan untuk melakukan amalnya. Dan orang yang membaca basmalah ingin meminta tolong dengan perantara nama-nama Allah untuk memudahkan amal-amalnya.” ( Shifatush Shalah , ha

Aku, Keterpurukanku, dan Mereka yang Kutinggalkan

Pagi tadi saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke toko buku Gramedia bersama kedua orang tua saya dan satu orang gadis cantik yang selalu bisa membuat saya nyaman di dekatnya. Seperti biasa, saya mengecek total buku Carding for Beginner yang sudah terjual, ternyata di stok online masih sama dengan beberapa hari yang lalu walaupun di rak buku sudah ada buku yang terjual, updatenya kurang cepat. Apakah kali ini saya akan bercerita tentang buku yang saya tulis atau buku yang akan saya tulis? Tidak, sama sekali tidak. Kali ini saya ingin berbagi kisah nyata saya sebagai pengamal yang entah itu sukses atau tidak kepada kawan-kawan sekalian. Sebuah kesadaran tentang spiritualitas saya. Sebuah kesadaran setelah membaca buku agama yang membahas tujuh amalan pelejit kesuksesan. Kisah Nyata Sebagai Pengamal Cerita ini saya mulai ketika saya SMA. Sebuah tahap ketika saya benar-benar mencoba ini dan itu. Sebuah tahap saya dengan kuatnya melakukan sesuatu. Saya berkaca dari

Berbicara Tentang Nama

Tak banyak orang menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat setia menemani mereka. Sama setianya dengan dua malaikat yang katanya ada di kiri dan kanan kita. Mereka yang tak lelah mencatat ini itu yang mungkin akan menjadi jutaan buku bila diterbitkan. Dia yang sangat setia, tapi tak sepenuhnya disadari dan diresapi. Dia yang sangat mulia tapi dianggap biasa, nama. Sejatinya nama bukan hanya sebatas alat untuk mengidentifikasi seseorang. Bukan hanya sebagai alat untuk membedakan antarmanusia. Tidak sedangkal itu, bagi saya nama lebih dari itu melainkan sebuah pengharapan. Saya yakin bahwa setiap orang tua memberikan nama yang baik kepada anaknya dengan berbagai tujuan yang mana salah satunya adalah sebagai pengharapan. Berharap sang anak menjadi seperti nama yang diamanahkan. Nama juga amanah. Amanah yang harus kita perjuangkan, amanah yang melekat kepada kita sejak kita lahir. Hampir dua puluh satu tahun yang lalu orang tua saya memberikan amanah pada saya berupa nama, A