Menyadari Trauma sebagai Seorang Suami dan Ayah
Tadi malam sebelum tidur, entah mengapa pikiranku melayang seolah datang sebuah refleksi trauma sebagai seorang suami dan ayah. Menjadi seorang suami dan ayah adalah salah satu hal yang paling membahagiakan dalam hidup, tidak ada perdebatan tentang itu. Namun, ada masa di mana selama perjalanannya, ada trauma yang timbul. Bukan karena beratnya tanggung jawab, tapi justru ketidakmampuan untuk menjadi "sempurna". Apa yang sudah terjadi tidak akan bisa diubah dan tentu ada hikmahnya, aku sangat sepakat. Namun, bukan berarti hal-hal tersebut tidak bisa meninggalkan trauma, entah mendalam atau cukup dangkal agar tiba-tiba teringat seperti tadi malam. Menjadi Suami Sejak menjadi suami, Bandung adalah kota pertama yang menjadi tempat tinggal kami. Sejak 2015 hingga 2020, kami tinggal di kota yang sangat padat tersebut. Aku baru menyadari bahwa aku suka mengunjungi Bandung sendirian, sebagai seorang laki-laki sendirian, tapi ketika harus datang bersama keluarga, rasanya, ada kata h...