Skip to main content

Terima Kasih 2019

Untuk sejenak, bisa dibilang dua tahun, sepertinya saya lupa mengapa dulu begitu rajin menulis di blog ini. Mungkin, karena akhir-akhir ini pertimbangan"untungnya apa?" jadi pertimbangan utama dalam melakukan sesuatu, akhirnya tidak menulis lagi di blog ini.

Tulisan pertama di 2020 ini dimulai dengan terima kasih untuk tahun 2019 yang sudah berlalu dengan segala lika-liku serta hal barunya. Apa saja yang terjadi sepanjang tahun 2019?

Situng KPU

Dari sekian banyak projek yang saya kerjakan di tahun 2019, salah satu yang paling menarik adalah Situng KPU.Selain karena skala proyek yang nasional, jumlah pengguna yang sangat banyak, tidak boleh disebutkan secara presisi, menjadi hal yang menarik juga.
Foto bersama pascaapresiasi dari Rektor ITB

Wi-sudah Magister

Berbarengan dengan projek SITUNG, saya juga sedang menempuh pendidikan master sejak 2017. Akhirnya, pada April 2019, saya wisuda dan mendapatkan gelar M.T Magister Informatika ITB opsi security. Sudah terbayang kan kontribusi saya di projek Situng di bidang apa?
Wisudawan April S2 Magister Informatika

International Conference Pertama

Semenjak kuliah, saya hanya pernah mengikuti 2 konferensi, tapi semuanya masih skala nasional yakni Konferensi Nasional Informatika 2015 dan IDSecConf 2015. Satu international conference pun belum pernah saya ikuti. Akhirnya, pada tahun 2019, untuk pertama kalinya saya berkesempatan untuk present riset saya di bidang web application security di ICECOS 2019.

Some of parallel session presenter
First ever Batam

Keluar Indonesia

Pada tahun 2016, saya membuat paspor dengan rencana akan berangkat ke Itali untuk S2 di sana. Namun ternyata, sampai 2019 awal, paspor tersebut tidak pernah digunakan sama sekali karena memang tujuan awal yang pergi ke Itali harus pupus karena berganti dengan S2 di ITB.  Untungnya, tahun 2019 jadi tahun pecah telur paspor saya sehingga perdana digunakan untuk pergi keluar Indonesia yakni ke Kuching.
Perasaan pertama kali ke luar negri? 15 menit pertama senang, tapi setelahnya ya biasa saja. hehe.
Photo taken at Darul Hana Bridge
Terima kasih tahun 2019 atas segala hal menarik dan baru yang sudah terjadi. Target selanjutnya, berangkat PhD di tahun 2020.

Salam,
Aryya Dwisatya W

Comments

Popular posts from this blog

Wirid Sesudah Sholat

Assalamualaikum, Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi tentang beberapa dzikir sesudah sholat yang saya amalkan beserta beberapa penjelasan pun sekaligus pengharapan yang ada di dalamnya. Basmalah (33x) Dalam memulai setiap pekerjaan, hendaknya kita memulainya dengan membaca basmalah supaya pekerjaan tersebut dinilai sebagai ibadah. Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata: “Tafsirnya adalah: Sesungguhnya seorang insan meminta tolong dengan perantara semua Nama Allah. Kami katakan: yang dimaksud adalah setiap nama yang Allah punya. Kami menyimpulkan hal itu dari ungkapan isim (nama) yang berbentuk mufrad (tunggal) dan mudhaf (disandarkan) maka bermakna umum. Seorang yang membaca basmalah bertawassul kepada Allah ta’ala dengan menyebutkan sifat rahmah. Karena sifat rahmah akan membantu insan untuk melakukan amalnya. Dan orang yang membaca basmalah ingin meminta tolong dengan perantara nama-nama Allah untuk memudahkan amal-amalnya.” ( Shifatush Shalah , ha

Aku, Keterpurukanku, dan Mereka yang Kutinggalkan

Pagi tadi saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke toko buku Gramedia bersama kedua orang tua saya dan satu orang gadis cantik yang selalu bisa membuat saya nyaman di dekatnya. Seperti biasa, saya mengecek total buku Carding for Beginner yang sudah terjual, ternyata di stok online masih sama dengan beberapa hari yang lalu walaupun di rak buku sudah ada buku yang terjual, updatenya kurang cepat. Apakah kali ini saya akan bercerita tentang buku yang saya tulis atau buku yang akan saya tulis? Tidak, sama sekali tidak. Kali ini saya ingin berbagi kisah nyata saya sebagai pengamal yang entah itu sukses atau tidak kepada kawan-kawan sekalian. Sebuah kesadaran tentang spiritualitas saya. Sebuah kesadaran setelah membaca buku agama yang membahas tujuh amalan pelejit kesuksesan. Kisah Nyata Sebagai Pengamal Cerita ini saya mulai ketika saya SMA. Sebuah tahap ketika saya benar-benar mencoba ini dan itu. Sebuah tahap saya dengan kuatnya melakukan sesuatu. Saya berkaca dari

Berbicara Tentang Nama

Tak banyak orang menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat setia menemani mereka. Sama setianya dengan dua malaikat yang katanya ada di kiri dan kanan kita. Mereka yang tak lelah mencatat ini itu yang mungkin akan menjadi jutaan buku bila diterbitkan. Dia yang sangat setia, tapi tak sepenuhnya disadari dan diresapi. Dia yang sangat mulia tapi dianggap biasa, nama. Sejatinya nama bukan hanya sebatas alat untuk mengidentifikasi seseorang. Bukan hanya sebagai alat untuk membedakan antarmanusia. Tidak sedangkal itu, bagi saya nama lebih dari itu melainkan sebuah pengharapan. Saya yakin bahwa setiap orang tua memberikan nama yang baik kepada anaknya dengan berbagai tujuan yang mana salah satunya adalah sebagai pengharapan. Berharap sang anak menjadi seperti nama yang diamanahkan. Nama juga amanah. Amanah yang harus kita perjuangkan, amanah yang melekat kepada kita sejak kita lahir. Hampir dua puluh satu tahun yang lalu orang tua saya memberikan amanah pada saya berupa nama, A