Skip to main content

Posts

Aku Iri

Tadi pagi aku dibonceng teman sejak ku kecil, Viqi. Bersama dua teman ku yang lain, Rizal dan Agung, kami pergi ke suatu tempat melewati jalan yang dahulu sering kali kami lewati, mencium bau tai ayam yang masih saja tercium ketika melintasi peternakan, dan goncangan halus dari roda sepeda motor yang berputar dia tas kerikil jalan macadam. Kami pergi, bermain, mendekatkan diri kembali setelah beberapa waktu berpisah, kami bermain bilyard. Sepanjang perjalanan aku bercakap-cakap dengan Viqi, berbicara tentang betapa cepat waktu berlalu. Tak terasa, sudah sekitar enam tahun sejak pertama kali kami bermain bilyard bersama. Masih dengan orang-orang yang sama, tapi jalan yang kini tak lagi sama. Kami kini memiliki jalan, kisah, dan impian masing-masing. Tak lagi berjalan pada setapak kecil yang menuju satu titik. Di tengah perjalanan kulempar pikiranku keluar, ku ucapkan keirianku pada orang tuaku, orangtua Viqih, orang tua Rizal, dan juga orang tua Agung. Aku iri pada mereka yang ...

Pengabdian Masyarakat STEI2012: Mari Bersyukur

Banner Pengabdian Masyarakat STEI2012 di SLBC Minggu, 26 Mei 2013, kami, STEI2012 melakukan kegiatan pengabdian masyarakat angkatan kami untuk pertama kalinya. Ya, kegiatan berbakti pada masyarakat dengan memberikan bantuan kepada adik-adik jalanan di rumah singgah di bawah jembatan Pasopati dekat Cihampelas. Mereka adalah anak-anak jalanan yang terbiasa mengamen dan banyak yang sudah tak berorangtua atau berorangtuakan orang-orang yang tak peduli dengan nasib mereka. Menyedihkan memang, tapi itulah kenyataan yang harus kami akui kebenarannya. Lokasi Pengabdian Masyarakat Pengabdian masyarakat ini tak hanya dilaksanakan di rumah singgah mereka, melainkan juga di SLB C Jalan Hegarasih 1-3. SLB C? Ya, sebuah sekolah yang tak mengenal kata selesai bagi murid-muird yang belajar di sana. Tak khayal bila ada murid yang sudah berumur puluhan tahun. Ada juga murid yang ahir pada tahun 1953, jauh lebih tua dari kami semua. Pembukaan Acara di Aula SLB C Dalam kegiata...

Mahasiswa dan Kebangkitan Nasional

Hari ini tanggal 21 Mei 2013 dan kemarin adalah peringatan 105 tahun Kebangkitan Nasional. Tiap tahun, pasti ada perayaan atau mungkin renungan mengenai momen ini. Namun, apakah kita sudah benar-benar bangkit? Kalian bisa menjawabnya sendiri. Kebangkitan Nasional dimulai dari intelektual muda bangsa. Kebangkitan Nasional dimulai dari rasa kesatuan dan kesatuan untuk meluruhkan otak-kotak pemisah perjuangan bangsa. Sudahkah kita bersatu seperti pendahulu pendahulu kita? Wahai kawan, siapakah kamu? Apakah kamu mahasiswa? Ataukah kamu hanya seorang insan tanpa kebanggaan dan tanggung jawab yang kebetulan mendapat gelar mahasiswa karena lolos seleksi alam? Hai kawan, apakah kau yakin bahwa kau adalah mahasiswa atau paling tidak, pantas disebut sebagai mahasiswa. Sudahkah kita, yang katanya intelektual muda mewarisi semangat persatuan dan kesatuan para pendahulu kita? Sudahkan kita sadar siapa kita, apa tujuan kita, siapa saudara kita, apa bangsa kita, dan apa tanggung jawab ki...

Sekarang Nikah Enggak Penting

Nikah Mah Enggak Penting! Nikah mah enggak penting jaman sekarang. Ngapain juga nikah, pacaran aja udah gitu . Tinggal ke tempat sepi atau sewa hotel, udah bisa jadi kayak pasangan suami istri. Ngapain juga, Cuma nambah beban. Mending jadi orang bebas aja. Bebas, lepas, tak terikat, semua puas. Ngapain nikah? Toh nyari kepuasan juga bisa jajan . Kalau nikah, jajanannya ngebosenin, nah kalau enggak nikah kan jajanannya variatif. Emang enggak bosen sama jajanan yang sama? Ngapain nikah? Toh tanpa ikatan pun duit bisa dateng, jadi simpanan orang, muasin orang. Cuma butuh seberkas senyum palsu sesaat aja ketika berhadapan dengan pelanggan. Ngapain nikah? Toh tanpa nikah saya tau apa yang orang sudah nikah lakukan. Ngapain nikah? Toh udah banyak cewek di luar sana yang berlubang . Ngapain nikah? Toh duit juga bisa cari kepuasan. Ngapain nikah? Teriakan-teriakan itu mungkin saja muncul dari mulut seseorang. Ya, saya bertanya-tanya tentang arti penting pernikahan di z...